Tips Aman Bersepeda Bagi Para Pegowes di Era New Normal

Rizki Nurmansyah, Arief Apriadi

Selasa, 30 Juni 2020 | 07:10 WIB
Tips Aman Bersepeda Bagi Para Pegowes di Era New Normal
Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (7/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Setelah sepeda siap, kita lihat orangnya. Orangnya ini, pertama harus menggunakan atribut atau apparel yang sesuai untuk naik sepeda. Dari helm, sarung tangan, dan sekarang ditambah masker, jaga jarak untuk hindari Covid-19."

- Pemanasan

Selain memerhatikan kondisi sepeda, seorang pegowes tak boleh melupakan sesi pemanasan. Sebelum pergi, para pesepeda harus merenggangkan tubuhnya.

"Kalau pesepeda yang intesitasnya sudah medium mereka otomatis perhatikan itu, mereka olahraga intensitasnya sudah sedang. Jadi streching before dan after," beber Oldy.

- Tentukan Jarak dan Tujuan yang Jelas

Oldy menekankan bahwa pegowes harus sudah menentukan berapa jarak maksimal yang akan mereka tempuh, dan ke mana tujuan mereka berolahraga sepeda.

Penentuan jarak disebutnya amat penting dan berkaitan erat terhadap persiapan pegowes agar bisa menyiapkan sepeda yang lebih layak serta fisik yang prima.

"Lalu bersepeda ingin berapa kilometer, break di kilometer berapa," bebernya.

- Perhatikan Protokol Kesehatan

baca juga

PB ISSI mengimbau para pegowes untuk memerhatikan jalur bersepeda yang aman dan sesuai himbauan pemerintah. Khususnya terkait protokol kesehatan Covid-19.

Di sisi lain, bagian-bagian sepeda yang kerap bersentuhan dengan tangan juga harus selalu dibersihkan. Para pesebeda juga diminta rajin mencuci tangan dengan sabun.

"Untuk menghindari droplet, gunakan pakaian lengan panjang, sarung angan, masker, kacamatan, penutup kepala (bandana/cycling cap), membawa handsanitizer dan handuk kecil," demikian pernyataan PB ISSI.

Khusus untuk penggunaan masker, PB ISSI meminta para pegowes memilih masker khusus yang bahan kainnya tidak telalu rapat agar tak mengganggu pernapasan.

"Juga membawa botol minum yang tertutup plastik dan membawa alat makan sendiri."

2. Saat Bersepeda

- Jaga Jarak Sosial

Protokol PB ISSI mengimbau para pegowes sebaiknya bersepeda sendirian. Jika ingin berkelompok, atur formasi dalam rombongan kecil yakni 2-4 pesepeda.

Di samping itu, para pegowes juga harus memetakan jalur bersepeda yang sekiranya jauh dari keramaian dan tidak masuk zona merah Covid-19.

"Jaga jarak kiri-kanan antar pesepeda dan kendaraan lain minimal dua meter," tulis PB ISSI.

Selain itu, para pegowes juga diminta menjaga jarak depan dan belakang antar pesepeda minimal 4 meter.

Kondisi itu dilakukan agar mengindari kecelakaan yang terjadi akibat rem mendadak dari pegowes di depan.

"Semakin tinggi kecepatan bersepeda, jarak harus semakin jauh (>20 meter)."

Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (7/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (7/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

- Patuhi Rambu dan Aturan Lalu Lintas

Oldy turut mengimbau para pesepeda untuk lebih sadar akan kepatuhan berlalu lintas. Pesepeda sama dengan pengendara lain, harus patuh dengan aturan di jalan.

"Selama kita di jalan, kita harus patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada," ujarnya.

"Yang terbaru khususnya di jalur utama Sudirman-Thamrin, dari Pemda DKI Jakarta menyediakan lajur khsusus sepeda. Itu harus dipatuhi di mana kita ikuti line yang ada," tambahnya.

- Atur Waktu Istirahat

Para pegoews pemula terkadang tidak menyiapkan aturan atau waktu baku untuk beristirahat.

Oldy menyebut mereka bisa menentukan kapan periode yang pas untuk berhenti dan mengisi tenaga.

"Setelah menentukan jarak tempuh dan tujuan, mereka mungkin nanti kalau sudah 30 menit atau satu jam itu bisa berhenti. Istirahat," kata Oldy.

- Perhatikan Penggunaan Masker

Menurut Oldy, berolahraga, khususnya yang dilakukan dengan intensitas menengah dan tinggi seharusnya dilakukan tanpa masker atau penutup wajah.

Penutup wajah dikahwatirkan berefek buruk bagi kesehatan orang yang berolahraga, dalam hal ini para pegowes karena menghambat aliran oksigen ke paru-paru.

Namun, khusus pegowes yang hanya ingin menikmati olahraga sepeda dengan santai alias intensitas rendah, masker bisa tetap digunakan.

"Kalau intensitas kita sudah mulai sedang, itu kita perlu intensitas oksigen banyak. Maskernya harus dibuka," beber Oldy.

"Kalau pakai masker justru membahayakan orang itu sendiri. Namun, apabila intesitasnya rendah, mungkin masker bisa tetap digunakan."

Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

3. Saat Selesai Bersepeda

- Pendinginan

Banyak orang yang kurang memerhatikan tahapan ini. Tak hanya para pegowes, namun meliputi orang-orang yang berolahraga secara umum.

Di tahap ini, seorang pegowes harus kembali melakukan peregangan, atau pendinginan.

Pendinginan dilakukan sebagai proses recovery agar fisik dan stamina yang telah terkuras selama kegiatan bisa kembali pulih.

"Pendinginan kalau diaplikasikan ke atlet itu panjang tahapannya. Ada beberapa step untuk recovery. Semakin tinggi intensitas olahraga, semakin lama waktu untuk recovery," kata Oldy.

"Tapi untuk penghobi tak sampai segitunya. Mereka mungkin melakukan pendinginan saja," tambahnya.

Pendinginan harus dilakukan secara bertahap layaknya atlet. Para pegowes tak boleh serta-merta berhenti atau beristirahat seusai bersepeda.

Mereka harus melakukan berbagai peregangan di bagian-bagian tubuh tertentu agar tekanan darah, serta otot-otot bisa kembali normal.

"Pendinginan sebaiknya tidak mendadak berhenti. Streching-nya itu intensitasnya rendah, streching biasa," tutur Oldy yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Garda Utama Nasional (GUN).

"Misal ada peregangan di bagian tangan, punggung, dan pinggang. Setelah itu baru boleh istirahat."

"Kalau misalkan (habis bersepeda) langsung duduk, ditakutkan tidak baik bagi otot-otot kita yang telah digunakan sebelumnya."

- Protokol Kesehatan di Rumah

Sementara dari protokol kesehatan PB ISSI, para pegowes diminta untuk tetap menjaga jarak aman saat beristirahat.

Gunakan peralatan dari mulai handuk, tisu, botol minum secara sendiri-sendiri.

"Selalu gunakan masker kecuali saat makan dan minum. Hindari berbagi bekal pribadi dengan orang lain. Istirahat secukupnya, tidak perlu nongkrong terlalu lama."

PB ISSI juga menambahkan satu tahapan lagi usai pegowes menunaikan aktivitasnya yakni memberlakukan protokol kesehatan saat pulang ke rumah.

Para pegowes diimbau melepaskan seluruh perlengkapan yang digunakan saat tiba di rumah dan menghindari kontak fisik dengan orang lain, serta jangan menyenth perabotan.

"Semprot helm, sepatu dan kacamata dengan cairan disinfektan. Segera lepas atribut dan cuci dengan deterjen."

"Segera bersihkan diri, mandi dan keramas. Istirahat dan pulihkan cairan yang hilang dari tubuh."

Jadi, jangan asal bersepeda ya guys. Selain harus memperhatikan kondisi fisik dan juga sepeda, wajib mematuhi protokol kesehatan di era New Normal ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda

5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, Ini Alasan Sepeda Kembali Jadi Transportasi Andalan di Kota Besar

Bukan Sekadar Olahraga, Ini Alasan Sepeda Kembali Jadi Transportasi Andalan di Kota Besar

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:24 WIB

Mengayuh Inspirasi ke Sekolah: Konsistensi Guru Matematika dalam Gaya Hidup Bike to Work

Mengayuh Inspirasi ke Sekolah: Konsistensi Guru Matematika dalam Gaya Hidup Bike to Work

Your Say | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:50 WIB

BBM Naik, Tren Bersepeda Melesat: Saatnya Beralih ke Transportasi Hemat dan Sehat

BBM Naik, Tren Bersepeda Melesat: Saatnya Beralih ke Transportasi Hemat dan Sehat

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 08:18 WIB

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:52 WIB

Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran

Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:33 WIB

Mau Belikan Sepeda untuk Anak Perempuan? Ini Tips Memilih dan 5 Pilihan yang Layak Dicoba

Mau Belikan Sepeda untuk Anak Perempuan? Ini Tips Memilih dan 5 Pilihan yang Layak Dicoba

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 08:00 WIB

6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah

6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah

Lifestyle | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:28 WIB

Awal Musim Sempurna, Bernard Van Aert Raih Medali Emas di Track Asia Cup India

Awal Musim Sempurna, Bernard Van Aert Raih Medali Emas di Track Asia Cup India

Sport | Jum'at, 30 Januari 2026 | 17:19 WIB

5 Rekomendasi Smartwatch untuk Sepedaan, Dilengkapi GPS dan Baterai Awet

5 Rekomendasi Smartwatch untuk Sepedaan, Dilengkapi GPS dan Baterai Awet

Tekno | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M

Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M

Kaltim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Sport | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?

Health | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan

Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Bukan Cuma Cantik, Ini Perubahan Tren Material yang Mulai Dipertimbangkan Pemilik Rumah

Bukan Cuma Cantik, Ini Perubahan Tren Material yang Mulai Dipertimbangkan Pemilik Rumah

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Fitur Personalized Mode Wuling Eksion Hadirkan Karakter Berkendara Sesuai Selera Pengemudi

Fitur Personalized Mode Wuling Eksion Hadirkan Karakter Berkendara Sesuai Selera Pengemudi

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Hari Santri Tanggal Berapa? Ini Tema dan Logo Resmi Peringatan Tahun 2026

Hari Santri Tanggal Berapa? Ini Tema dan Logo Resmi Peringatan Tahun 2026

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Bagaimana Cara Mengunci Bedak Padat agar Tidak Luntur saat Pakai Masker? Ikuti 7 Tips Ini

Bagaimana Cara Mengunci Bedak Padat agar Tidak Luntur saat Pakai Masker? Ikuti 7 Tips Ini

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:34 WIB

×