Valentino Rossi Merasa Menyesal Bikin VR46 Academy, Kok Bisa?

Rauhanda Riyantama | Gagah Radhitya Widiaseno
Valentino Rossi Merasa Menyesal Bikin VR46 Academy, Kok Bisa?
Pembalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi di garasi timnya saat MotoGP San Marino. (ANDREAS SOLARO / AFP)

Kok malah menyesal bikin VR46 Academy sih?

Suara.com - Saat balap di MotoGP San Marino 2020, Valentino Rossi gagal meraih podium. Padahal sebelumnya ia diprediksi mampu meraih podium.

Kegagalan ini pun membuat peluang juara Valentino Rossi di ajang MotoGP 2020 mengecil. Tak cuma itu saja, The Doctor pun harus ditundukan oleh para murid-muridnya yang belajar di VR46 ACademy.

Pertama, Franco Morbidelli yang berhasil menyalip Rossi untuk mengambil posisi terdepan. Kemudian ada nama Francesco Bagnaia yang berhasil mempecundangi Rossi.

Meski murid-muridnya berhasil memperlihatkan performa yang luar biasa, Rossi pun juga merasa 'menyesal' dengan dirinya. Kok begitu?

Pembalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli (kanan) merayakan kemenangannya di podium juara MotoGP San Marino bersama rider Pramac Racing Francesco Bagnaia. ANDREAS SOLARO / AFP
Pembalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli (kanan) merayakan kemenangannya di podium juara MotoGP San Marino bersama rider Pramac Racing Francesco Bagnaia. ANDREAS SOLARO / AFP

Rossi merasa kesal lantaran para muridnya berhasil mempecundanginya di MotoGP San Marino.

"Sejujurnya, ketika di balapan dan ketika saya berada di belakang Franco, dan juga ketika Pecco (Fransesco Bagnaia; red) overtake saya, ini bukanlah ide yang bagus untuk membuat akademi ini," tawa Rossi dilansir dari MotoGP.

"Tetapi di sisi lain, kami sangat-sangat bangga dengan performa pembalap kami," aku Rossi diiringi senyum lebar.

Meski kesal, tak ayal Rossi juga merasa bangga dengan peningkatan performa murid-muridnya tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS