alexametrics

Kasus COVID-19 Melonjak, Estafet Obor Olimpiade di Osaka Dibatalkan

Syaiful Rachman
Kasus COVID-19 Melonjak, Estafet Obor Olimpiade di Osaka Dibatalkan
Komedian Mikio Date memegang obor Olimpiade pada hari pertama estafet obor Olimpiade Tokyo 2020 di Naraha, prefektur Fukushima, Jepang, Kamis (25/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Kim Kyung-Hoon / Pool/aww.

Pemerintah Osaka mengkonfirmasi 616 kasus baru pada Kamis (1/4/2021).

Suara.com - Estafet obor Olimpiade Tokyo yang akan diadakan di Osaka akhir bulan ini akan dibatalkan menyusul lonjakan tajam kasus COVID-19 di kota tersebut, kantor berita Kyodo melaporkan, Kamis (1/4/2021).

Hanya sepekan setelah dimulainya estafet nasional, acara, yang bertujuan untuk meningkatkan antusiasme Olimpiade, tersebut dihantam lebih banyak masalah terkait COVID-19.

Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura mengatakan bahwa pemerintah prefektur akan secara resmi memutuskan untuk membatalkan segmen estafet di kota bagian barat itu dalam waktu dekat dan akan menginformasikan hal tersebut kepada panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan bahwa menurut pemahamannya, estafet telah dibatalkan ketika pemerintah meminta Osaka dan dua prefektur lainnya untuk mengambil tindakan yang lebih ketat terhadap virus corona mulai 5 April hingga 5 Mei.

Baca Juga: Bersama Pyongyang, Seoul Ajukan Proposal Tuan Rumah Olimpiade 2032

Sebelumnya pada hari ini, Yoshimura dan Walikota Osaka Ichiro Matsui keduanya membuat proposal mengenai estafet nasional.

"Melihat situasi estafet di (bagian lain) Jepang, ramai dengan banyak orang. Ini sangat disayangkan, tapi seharusnya tidak terjadi," kata Matsui.

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, yang ditunda selama satu tahun karena pandemi virus corona, mengatakan akan berdiskusi dengan pejabat Osaka dan mencoba membuat keputusan sesegera mungkin.

Pejabat senior di komite mengatakan akan "sulit" untuk tidak menghormati kebijakan mereka soal estafet, yang dijadwalkan akan melalui kota besar tersebut ada 14 April, hari kedua dan terakhir di Prefektur Osaka.

Yoshimura juga mengungkapkan pandangan serupa, mengatakan pemerintah prefektur akan meminta penduduk kota untuk menahan diri setelah menyusul imbauan pemerintah pusat, yang memungkinkan pemerintah daerah untuk mendenda restoran dan bar yang tidak mempersingkat jam operasional.

Baca Juga: Salut! Pelajar Madrasah Gresik Ini Juara Olimpiade Matematika Internasional

"Panitia penyelenggara Olimipiade akan membuat keputusan terakhir berdasarkan pemikirannya, tetapi pemerintah prefektur harus memiliki pendapat tentang masalah tersebut," kata Yoshimura, menambahkan bahwa estafet selain di kota Osaka dapat diadakan dengan menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan yang ketat.

Komentar