Profil Syuci Indriani, Atlet yang Buktikan Tunagrahita Bukan Halangan untuk Berprestasi

Syaiful Rachman | Suara.com

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 00:30 WIB
Profil Syuci Indriani, Atlet yang Buktikan Tunagrahita Bukan Halangan untuk Berprestasi
Ekspresi atlet para renang putri Indonesia Syuci Indriani usai meraih medali emas pada final renang nomor 100 meter putri gaya dada SB14 di Stadion Aquatic, Senayan, Jakarta, Senin (8/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Syuci Indriani menjadi satu dari dua wakil Indonesia yang akan berkompetisi pada cabang olahraga para renang di Paralimpiade Tokyo 2020 yang dijadwalkan bergulir 24 Agustus sampai dengan 5 September 2021.

Syuci membuktikan bahwa tunagrahita tak menjadi penghalang untuk berprestasi. Tak hanya di level nasional, kiprahnya juga telah mendunia.

Bahkan, sebelumnya dia pernah tampil mewakili Indonesia di Paralimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016. Ketika itu, dia baru berusia 15 tahun.

Atlet para renang Indonesia Syuci Indriani berfoto usai menerima medali perunggu pada babak final putri 200m gaya bebas S14 para renang Asian Para Games 2018 di Aquatic Center, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/10). [Antara/Rivan Awal Lingga]
Atlet para renang Indonesia Syuci Indriani berfoto usai menerima medali perunggu pada babak final putri 200m gaya bebas S14 para renang Asian Para Games 2018 di Aquatic Center, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/10). [Antara/Rivan Awal Lingga]

Syuci mengenal olahraga renang pada usia enam tahun. Berdasarkan laman Komite Paralimpiade Internasional (IPC), pada 2017, dia mengasah kemampuannya dengan bergabung di Belibis Swimming Club yang bermarkas di Pekanbaru.

Pada 2012, ketika Pekanbaru menjadi tuan rumah Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas), Syuci pun mulai unjuk gigi dengan mengantongi tiga medali emas.

Semenjak itu, koleksi medali Syuci terus bertambah, termasuk ketika ia mempertahankan pencapaiannya di Peparpas 2016 yang bergulir di Bandung.

Dari tingkat daerah, dia kemudian bergabung dengan pelatnas NPC Indonesia. Sejak itu pula, Syuci jadi andalan Merah Putih di berbagai kompetisi dunia.

Termasuk di Paralimpiade Rio de Janeiro, Brazil, pada 2016. Meski masih belia, Syuci telah merasakan ketatnya persaingan di level dunia.

Dalam debutnya di pesta olahraga terbesar di dunia untuk atlet disabiltas tersebut, Syuci turun di tiga nomor, yakni 200 meter gaya bebas S14, 100 meter gaya dada SB14 dan 200 meter gaya ganti perorangan SM14.

Untuk dua nomor terakhir yang disebutkan di atas, Syuci mampu menembus hingga babak final. Sayang, dia finis di urutan delapan untuk gaya dada SB14 dan berada di urutan tujuh untuk gaya ganti perorangan SM14.

Ekspresi atlet para renang putri Indonesia Syuci Indriani usai meraih medali emas pada final renang nomor 100 meter putri gaya dada SB14 di Stadion Aquatic, Senayan, Jakarta, Senin (8/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Ekspresi atlet para renang putri Indonesia Syuci Indriani usai meraih medali emas pada final renang nomor 100 meter putri gaya dada SB14 di Stadion Aquatic, Senayan, Jakarta, Senin (8/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Sebagai atlet yang pernah tampil di Paralimpiade, sudah pasti Syuci memiliki sejumlah prestasi di berbagai ajang besar lainnya.

Berdasarkan data dari NPC Indonesia, pada 2016 Syuci juga sukses meraih tujuh emas dalam Kejuaraan Asia INAS 2016 di Thailand.

Dengan sederet prestasi tersebut, Komite Paralimpiade Asia (APC) menobatkannya sebagai atlet muda Asia terbaik.

Motivasi atlet yang lahir pada 28 Januari 2021 itu pun semakin bertambah. Di berbagai kompetisi tingkat internasional, Syuci berhasil menyabet sejumlah medali.

Salah satunya, yaitu Asian Youth Para Games 2017 di Dubai, di mana ia membawa pulang empat emas dan satu perak.

Tak berhenti di situ, Syuci juga menyumbang tiga emas dalam ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bahkan ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 di Jakarta, Syuci menyumbang dua emas, satu perak dan satu perunggu.

Setelah itu, beberapa pencapaian lainnya sukses dia raih di Seri Kejuaraan Dunia, di antaranya di Berlin 2018 dengan dua perunggu. Lalu satu perak dan satu perunggu dalam gelaran INAS Global 2019 di Brisbane, Australia.

Renang telah mengubah hidup Syuci. Ditambah dengan kerja keras dan semangat tinggi, ia bisa merasakan hasil dari perjuangannya selama ini.

"Hidup saya telah banyak mengalami perubahan sejak peristiwa yang tak terlupakan pada tahun 2018 (meraih prestasi di Asian Para Games)," kata Syuci dikutip Antara dari laman resmi IPC.

"Pertama, saya berhasil membangun kolam renang untuk diri saya sendiri. Impian saya memiliki mobil sendiri juga menjadi kenyataan."

"Yang terpenting, saya kini bisa beramal dengan apa yang saya peroleh. Ada begitu banyak hal hebat yang terjadi dalam hidup saya, yang saya banggakan setelah sukses Asian Para Games," tambahnya.

Syuci pun berharap seluruh prestasi yang telah ia raih dapat menginspirasi orang lain, khususnya kaum perempuan di Indonesia. Menurut dia, kesempatan untuk meraih prestasi terbuka lebar bagi setiap orang, selama ada kemauan yang kuat.

"Pemerintah sangat mendukung para atlet dengan menyediakan peralatan dan fasilitas lainnya. Saya berharap semua para atlet perempuan di Tanah Air dapat mengejar impian mereka untuk menjadi juara," kata Uci, panggilan akrab Syuci Indriani.

Selanjutnya di Paralimpiade Tokyo nanti, Syuci bakal tampil dengan penuh percaya diri. Berbekal persiapan yang matang, dia optimistis dapat memperbaiki pencapaiannya di Rio de Janeiro.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Syuci dalam 10 bulan terakhir intens berlatih. Ia ingin memperbaiki catatan waktunya, sehingga bisa menyumbang medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo.

Kepercayaan diri Syuci Syuci di Paralimpiade Tokyo meningkat setelah sebelumnya meraih hasil gemilang pada Kejuaraan World Para Swimming Berlin 2021 World Series, Juni lalu.

Dalam ajang tersebut, Syuci yang tampil di kelas S14 putri itu meraih tiga emas dari nomor 400 meter gaya bebas, 100 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya kupu-kupu. Selain itu, ia juga membawa pulang satu perak dari nomor 200 meter gaya ganti.

“Paralympic Games sangat istimewa bagi saya, dan saya sangat bangga pada diri saya sendiri bahwa saya bisa mendapatkan tiket untuk Paralimpiade kali ini juga. Pasti tidak mudah karena persaingannya ketat, yang terbaik dari seluruh dunia akan ada di sana,"

Biodata singkat

Nama: Syuci Indriani

Tempat, tanggal lahir: Pekanbaru, 28 Januari 2001

Cabang olahraga: Para renang

Sejumlah prestasi yang pernah diraih:

3 emas Peparnas 2012 di Pekanbaru

3 emas Peparnas 2016 di Bandung

7 emas Kejuaraan Asia INAS 2016 di Thailand

4 emas dan 1 perak Asian Youth Para Games 2017 di Dubai (kategori 15-19 tahun)

3 emas ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur

2 emas, 1 perak, 1 perunggu Asian Para Games 2018 di Jakarta

2 perunggu seri Kejuaraan Dunia WPS 2018 di Berlin

1 perak dan 2 perunggu INAS Global Games 2019 di Brisbane

3 emas dan 1 perak Kejuaraan Dunia WPS 2021 di Berlin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:08 WIB

Tim Para Renang Indonesia Bawa Pulang 11 Medali di World Series 2025

Tim Para Renang Indonesia Bawa Pulang 11 Medali di World Series 2025

Sport | Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:26 WIB

Reda Manthovani Bawa Indonesia Harum di Korea! Raih Gelar Grand Master Taekwondo Dunia

Reda Manthovani Bawa Indonesia Harum di Korea! Raih Gelar Grand Master Taekwondo Dunia

Sport | Jum'at, 23 Mei 2025 | 22:03 WIB

Raih Emas Paralimpiade, Annabelle Williams Ungkap Inspirasi Ketangguhan Bersama Mowilex

Raih Emas Paralimpiade, Annabelle Williams Ungkap Inspirasi Ketangguhan Bersama Mowilex

Bisnis | Jum'at, 14 Februari 2025 | 05:50 WIB

Kesulitan Sebut "Paralimpiade", Pidato Gibran di Hari Disabilitas Jadi Sorotan

Kesulitan Sebut "Paralimpiade", Pidato Gibran di Hari Disabilitas Jadi Sorotan

Tekno | Rabu, 04 Desember 2024 | 10:34 WIB

10 Tahun Jokowi, Indonesia Juara Umum Paragames Tiga Kali Berturut-Turut dan Raih Medali Emas di Dua Paralimpiade

10 Tahun Jokowi, Indonesia Juara Umum Paragames Tiga Kali Berturut-Turut dan Raih Medali Emas di Dua Paralimpiade

Sport | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 13:41 WIB

Berlangsung di Solo, Indonesia Para Badminton International 2024 Naik Level 2

Berlangsung di Solo, Indonesia Para Badminton International 2024 Naik Level 2

Sport | Senin, 16 September 2024 | 13:53 WIB

Sikap Hormat! Raffi Ahmad dan Cipung Jongkok Ucapkan Selamat kepada Atlet Paralimpiade

Sikap Hormat! Raffi Ahmad dan Cipung Jongkok Ucapkan Selamat kepada Atlet Paralimpiade

Video | Kamis, 12 September 2024 | 05:05 WIB

Dukungan Besar! Raffi Ahmad Kucurkan Rp 500 Juta bagi Atlet Paralimpiade Indonesia 2024

Dukungan Besar! Raffi Ahmad Kucurkan Rp 500 Juta bagi Atlet Paralimpiade Indonesia 2024

Video | Rabu, 11 September 2024 | 21:05 WIB

Hore! Jokowi Guyur Bonus Atlet Peraih Medali Paralimpiade Paris: Emas Rp6 M, Perak Rp2 M, Perunggu Rp1 M

Hore! Jokowi Guyur Bonus Atlet Peraih Medali Paralimpiade Paris: Emas Rp6 M, Perak Rp2 M, Perunggu Rp1 M

News | Rabu, 11 September 2024 | 23:00 WIB

Terkini

Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3

Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:11 WIB

Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS

Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:06 WIB

Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia

Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:02 WIB

Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite

Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:58 WIB

Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan

Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:55 WIB

Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis

Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis

Sport | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:52 WIB

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Sport | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:55 WIB

Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan

Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:15 WIB

Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar

Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:12 WIB

Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya

Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya

Sport | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:09 WIB