alexametrics

KONI Jambi Janjikan Hadiah Uang untuk Atlet yang Tembus Semifinal PON Papua

Syaiful Rachman
KONI Jambi Janjikan Hadiah Uang untuk Atlet yang Tembus Semifinal PON Papua
Cabang gulat yang sedang berlatih menjelang PON Papua pada Oktober mendatang dan salah satu cabor andalan meraih medali.(ANTARA/Nanang Mairiadi).

PON Papua akan digelar 2-15 Oktober 2021.

Suara.com - KONI Jambi menjanjikan atlet yang lolos ke babak semifinal langsung mendapat hadiah uang, untuk meningkatkan motivasi mereka saat bertanding di PON XX Papua, yang akan berlangsung 2-15 Oktober 2021.

"Para atlet PON Jambi harus terlecut, karena KONI Provinsi Jambi telah menyiapkan reward khusus bagi para atlet yang mampu menembus babak semifinal di masing-masing cabor yang diikuti," kata Kabid Binpres KONI Jambi, M Ali, di Jambi Rabu (8/9/2021).

Dia mengatakan bahwa pengurus telah sepakat akan memberikan reward khusus kepada para atlet Jambi yang akan berlaga di PON XX/2021 di Papua yang telah menembus babak semifinal.

"Untuk nilai besarannya belum bisa kami sebutkan sekarang, yang jelas atlet yang mampu menembus semifinal akan kami ganjar dengan reward khusus berupa hadiah uang dan langsung akan kami berikan di venue pertandingan," katanya.

Baca Juga: Lifter Sumatera Utara Faebolo Dodo Gowasa Optimistis Raih Medali Emas di PON Papua

Upaya ini bisa menjadi pemacu atlet mempersembahkan kemampuan terbaiknya untuk membela bendera Jambi dan juga mengatakan pemberian reward on location ini berlaku untuk semua cabang olahraga baik itu perorangan maupun beregu atau tim.

Sementara itu para atlet Jambi tengah menjalani Pemusatan latihan daerah (Pelatda) guna mendongkrak kebugaran atlet.

KONI Provinsi Jambi masih optimistis bisa meraih 11-13 medali emas di PON XX/2021 di Papua dan kondisi fisik dan mental ke-102 atlet Jambi yang dipersiapkan juga sangat terkontrol.

Pelatda yang dibagi ke tiga gelombang pelaksanaan sama sekali tidak memengaruhi semangat atlet termasuk persiapannya kemudian dengan kondisi atlet peserta pelatda dalam kondisi prima.

Namun ia mengakui ada sedikit kendala ketika membangun 'character building' atlet. Sebab pelaksanaannya tidak bisa bersamaan akibat aturan prokes ketat yang menghindari kerumunan.

Baca Juga: Satu Emas Dua Perak, Target Tim Kriket Jabar di PON Papua

"Akhirnya kami melakukan dengan tatap muka terbatas dan dengan mendatangi dan berdialog bersama atlet dalam jumlah terbatas guna membangkitkan semangat mereka jelang PON nanti," kata M Ali seperti dimuat Antara.

Komentar