facebook

Eng Hian: Apriyani Sudah Terbiasa... Fadia Masih Harus Belajar Hadapi Tekanan

Syaiful Rachman
Eng Hian: Apriyani Sudah Terbiasa... Fadia Masih Harus Belajar Hadapi Tekanan
Pelatih ganda putri Pelatnas PBSI Cipayung, Eng Hian, menceritakan kondisi pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu jelang turnamen beregu Piala Sudirman, Jumat (17/9/2021). ANTARA/HO-PP PBSI/am.

Apriyani/Fadia tersingkir di perempat final Indonesia Open 2022.

Suara.com - Pelatih ganda putri Indonesia Eng Hian di Jakarta, Jumat (17/6/2022), mengatakan bahwa anak asuhnya, Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus bisa belajar mengatasi tekanan saat bermain bersama pasangannya, Apriyani Rahayu dalam berbagai turnamen.

Fadia pertama kali dipasangkan dengan Apriyani pada Februari lalu dan baru menjalani debutnya sebagai ganda putri di SEA Games 2021 Vietnam.

Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti pada babak kedua Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). [BadmintonPhoto/BWF]
Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti pada babak kedua Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). [BadmintonPhoto/BWF]

Kedua pemain itu memiliki pengalaman yang jauh berbeda. Apriyani sudah banyak tampil pada ajang-ajang internasional bersama mantan partner-nya, Greysia Polli. Keduanya telah menorehkan beragam prestasi, termasuk gelar di ajang super series BWF, perunggu Asian Games 2018 dan Kejuaraan Dunia, emas SEA Games 2019 sebelum mengukir sejarah emas ganda putri di Olimpiade.

“Apriyani sudah terbiasa dengan segala macam tekanan dan keinginan untuk menang,” kata Eng Hian usai mengawal anak asuhnya di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Baca Juga: Tersingkir di Perempat Final Indonesia Open 2022, Fajar Alfian: Kami Kalah Power

“Fadia yang masih harus belajar menghadapi tekanan apalagi bermain di depan publik sendiri dengan atmosfer yang luar biasa ini tidak mudah,” lanjut dia.

Apri/Fadia, runner-up Indonesia Masters 2022, terhenti pada babak perempat final Indonesia Open 2022 seusai dikalahkan wakil Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan 14-21, 19-21.

Kekalahan tersebut, menurut Eng Hian, disebabkan karena hal-hal non teknis, sebab secara pola permainan sebetulnya tidak ada masalah.

Dia juga mengatakan bahwa penampilan Apri/Fadia juga sudah jauh lebih baik dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya sejak kedua pemain itu pertama kali debut pada SEA Games 2021 Vietnam, Mei lalu.

“Seharusnya Fadia bisa bermain lebih tenang, polanya lebih pelan, tapi dengan atmosfer ini bisa berubah total karena mengikuti keinginan penonton. Ini yang harus dipelajari Fadia,” pungkas Eng Hian seperti dimuat Antara.

Baca Juga: Pramudya Angkat Bicara Soal Tekad Yeremia untuk Lanjutkan Pertandingan Meski Dibekap Cedera

Komentar