Sejumlah Atlet Tim Liga Rugby Australia Boikot Pertandingan karena Kaus Edisi LGBTQ+

Siswanto, ABC

Jum'at, 29 Juli 2022 | 14:52 WIB
Sejumlah Atlet Tim Liga Rugby Australia Boikot Pertandingan karena Kaus Edisi LGBTQ+
Rugby [shutterstock]

Suara.com - Sejumlah atlet rugby dari tim Manly Warringah Sea Eagles yang bermarkas di pesisir pantai utara Sydney, Australia, memilih tidak memperkuat timnya dalam pertandingan semalam (28/07).

Rencana boikot para pemain itutelah disampaikan mereka sejak awal pekan ini setelah Manly, sebutan tim tersebut,meluncurkankaus jersey edisi LGBTQ+ dengan desain pelangi yang menggantikan garis putih pada desain sebelumnya.

Kieran Foran, Reuben Garrick dan Sean Keppie termasuk di antara atlet yang tampil saat peluncuran jersey tersebut, tetapi pemain lain mengklaim bahwa mereka baru mengetahui tentang perubahanitu melalui media sosial pada Minggu (24/07) malam.

Tujuh pemain lainnya,Josh Aloiai, Jason Saab, Christian Tuipulotu, Josh Schuster, Haumole Olakau'atu, Tolutau Koula dan Toafofoa Sipley,mengundurkan diri dari pertandingan National Rugby League daripada memakai jersey baru mereka.

Alasan penolakan mereka, selain karena merasa tidak dikonsultasikan dengan manajemen klub saat keputusan diambil, juga karena alasan keyakinan agama yang mereka anut.

Sebagian besar di antaranya adalah atlet dari negara-negara di Pasifik,yangdigambarkan sebagai fanatik oleh beberapa orang yang tidak mengakui pandangan agama dan budaya mereka.

Tetapi jumlah atletPasifika ini mencapai 50 persen di daftar pemain, menjadikanliga rugby Australia lebih unik di antara semua olahraga populerlainnya di Australia.

Sikap para pemain ini telah memicu diskusi yang luas di masyarakat Australia selama beberapa hari terakhir.

Sebagian melontarkan pertanyaan umum seperti: 'Ini tahun 2022, apa masalah mereka?'

Namun dalam kolom analisisnya, jurnalis senior olahraga ABC, Tracey Holmes menulispertanyaan seperti itu telah menggambarkan "seolah-olah kita secara ajaib telah mencapai suatu masa di mana tantangan kompleks dari masyarakat yang beragam tidak boleh ada lagi."

Menurutnya, ada ironi di setiap kelompok yang menyerukan toleransi yang hanya berjalan satu arah.

Pelatih tim mengakui penanganan yang salah

Saat tidak ada satu orang pun dari manajemen Manly yang maju berkomentar atas kasus ini, pelatih Manly, Des Hasler dan kapten tim, Daly Cherry-Evans, yang akhirnya tampil dan menyampaikan permintaan maaf atas nama tim untuk "kesalahan signifikan" yang dilakukan klub dalam menangani situasi yang sensitif ini.

"Sedihnya, penerapandari niat yangsangat penting dan bisa membuka inisiatif lain ini telah dilakukan dengan sangat buruk," ujar Hasler.

"

"Dan itu telah mengakibatkan kebingungan,ketidaknyamanan, dan rasa sakit yang signifikan untuk banyak orang, khususnya mereka yang hak asasinya juga berusaha kami dukung."

"

Kebijakan inklusi NRL, mungkin lebih dari olahraga lainnya, dengan mencantumkan banyak aspek dan label:

"

NRL berkomitmen untuk menjadi organisasi inklusif yang terbuka untuk semua anggota komunitas Australia tanpa memandang usia, ras, agama, warna kulit, keturunan, kebangsaan, asal etnis, jenis kelamin, seksualitas, status perkawinan, status sebagai orangtua, disabilitas. atau status HIV/AIDS atau atribut lain yang dapat menyebabkan orang merasa dikucilkan atau terisolasi".

"

Ian Roberts adalah atlet klub Manly yang pada1995 menjadi atletliga rugby pertama yang mengumumkan dirinya gay secara terbuka.

"Alasan sayadi klub ini adalah karena saya merasa aman," kata Roberts.

Kegembiraannya saat mendengar Manly akan mengenakan kaus pelangi minggu ini menjadi sedikit padam saat ia mendengar penolakan dari sejumlah pemain.

Namun, dia mengatakan dia tidak memusuhipara pemain yang memutuskan untuk tidak memakainyadan memilih untuk tidak mengikuti pertandingan.

"Saya mendengar permintaan maaf [pelatih] Dessie dan [kapten] Daley Cherry-Evans... Saya pikir pengakuan dan ketulusan dan keaslian itu luar biasa," ujar Roberts yang adalah mantan rekan satutim Des Hasler.

"

"Saya sepenuhnya menghormati para pemain yang memilih untuk tidak bermain, dan hak mereka untuk tidak bermain, dengan keyakinan agama mereka."

"

'Rasa hormat adalah kuncinya'

Menurut Dr David Lakisa, direktur pelaksana Talanoa Consultancy, sebuah perusahaan pelatihan dan pengembangan yang membantu organisasi lebih memahami, mendukung, dan melibatkan orang-orang Pasifik, rasa hormat adalah kuncinya,

"Dalam budaya Pasifik, rasa hormat adalah nilai fundamental," katanya kepada The Ticket.

"Ini didukung oleh konsep Pan-Pasifik yang disebut 'va', yang merupakan ruang relasional suci antara tempat-tempat orang."

"Ini berarti menciptakan ruang bersama untuk menghormati diri sendiri, orang lain, ruang dan lingkungan."

Pada tahun 2007, Dr Lakisa ditunjuk sebagai petugas pembinaan dan pengembangan Kepulauan Pasifik pertama di Australia untuk Liga RugbyNSW.

Meskipun dia belum berbicara langsung dengan salah satu pemain yang terlibat dalam urusan Manly, dia mengatakan dia mengerti dari mana mereka berasal.

"Seperti banyak karyawan di tempat kerja, untuk para pemain ini, mereka menemukan keyakinan budaya dan agama mereka, sebagiannyabertentangan dengan ekspektasi mereka sebagaikaryawan.

"Budaya Pasifik, seperti banyak kelompok budaya lainnya, didasarkan pada jaringan kekerabatan keluarga, spiritualitas, budaya, rasa hormat, dan timbal balik.

Menurut Dr Lakisa, para pemain tidak akan berniat membuat kehebohan seperti itu, apalagi di budaya Tonga dan Samoa, juga dikenaladalah individu yang mengidentifikasi diri mereka memiliki gender ketiga atau peran non-biner.

"Mereka tidak bermaksud untuk membahayakan atau menciptakan perpecahan, lagi pula mereka bekerja dan beroperasi dalam lingkungan kinerja yang berorientasi pada tim .

"

"Yang penting di sini adalah merumuskan dan merancang bersama cara untuk membangun kepercayaan di tempat kerja sehingga semua orang yang terlibat merasa aman dan terlindungi dalam keyakinan pribadi dan kolektif mereka."

"

Ketua Liga RugbyAustralia Peter V'landys juga berbicara tentang rasa hormat dan mengatakan permainan akan terus berprosesmenuju inklusi dari segala arah.

"

"Saya menghormati pilihan para pemain. Mereka memiliki perbedaan agama dan budaya. Namun, izinkan saya mengatakan ini, satu hal yang kami banggakan di liga rugby adalah kami memperlakukan semua orang sama, kami semua manusia, tidak peduli apa warna kulitmu, tidak peduli apa orientasi seksualmu, tidak peduli apa rasmu, kita semua sama."

"

Jika komunitas hanya diukur pada semua orang yang setuju, hanya sedikit yang akan bertahan.

Dalam pertandingan yang tidak dihadiri tujuh orang pemainnya semalam (28/07), Manly kalah 10-20 dari klub satu kotanya, Sydney Roosters.

Meski Manly masih bertahan di papan tengah klasemen liga, harapan mereka untuk masuk ke delapan besar nampaknya harus terkubur.

Sementara itu pemilik Manly Sea Eagles, Scott Penn, mengatakan akan memiliki kaus jersey inklusi lagi di tahun 2023 namun dengan melibatkan dan mengkonsultasikannya dengan semua pemain.

Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Hellena Souisa dari beberapa tulisan ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Prediksi John Herdman Terbukti, Mozambik Bikin Timnas Indonesia Kerja Keras di GBK

Prediksi John Herdman Terbukti, Mozambik Bikin Timnas Indonesia Kerja Keras di GBK

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harapan Pelatih Mozambik: Ingin Reuni dengan Timnas Indonesia di Portugal, Spanyol, dan Maroko

Harapan Pelatih Mozambik: Ingin Reuni dengan Timnas Indonesia di Portugal, Spanyol, dan Maroko

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:33 WIB

Budi Gunadi Sadikin Gelarnya Apa? Menkes yang Diisukan Jadi Menkeu

Budi Gunadi Sadikin Gelarnya Apa? Menkes yang Diisukan Jadi Menkeu

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:32 WIB

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Jadwal Australian Open 2026 Hari Ini: Anthony Ginting Beraksi, Ada Reuni Rinov Rivaldy vs Gloria

Jadwal Australian Open 2026 Hari Ini: Anthony Ginting Beraksi, Ada Reuni Rinov Rivaldy vs Gloria

Sport | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:02 WIB

Wakil Pakistan Jadi Juara, PMGO di Jakarta Pecahkan Rekor Dunia

Wakil Pakistan Jadi Juara, PMGO di Jakarta Pecahkan Rekor Dunia

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:58 WIB

Bosch Bongkar Penyebab Dewa United Dibungkam Pelita Jaya di Game 2 Semifinal IBL 2026

Bosch Bongkar Penyebab Dewa United Dibungkam Pelita Jaya di Game 2 Semifinal IBL 2026

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41 WIB

David Singleton Bongkar Rahasia Pelita Jaya Hancurkan Dewa United di Game 2 Semifinal IBL 2026!

David Singleton Bongkar Rahasia Pelita Jaya Hancurkan Dewa United di Game 2 Semifinal IBL 2026!

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:30 WIB

Rachel/Febi dan Ana/Trias Bidik All Indonesian Final di Australian Open 2026

Rachel/Febi dan Ana/Trias Bidik All Indonesian Final di Australian Open 2026

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:14 WIB

Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding

Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:14 WIB

PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026, Ini Alasannya

PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026, Ini Alasannya

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:09 WIB

Dua Ganda Putra Mundur, Ini Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026

Dua Ganda Putra Mundur, Ini Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:06 WIB

Gagal Total di Indonesia Open 2026, PBSI Tarik Fajar/Fikri dari Australia Open

Gagal Total di Indonesia Open 2026, PBSI Tarik Fajar/Fikri dari Australia Open

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:43 WIB

Statistik Gila Perrin Buford: 28 Poin, 12 Rebound, 12 Assist saat Pelita Jaya Hajar Dewa United

Statistik Gila Perrin Buford: 28 Poin, 12 Rebound, 12 Assist saat Pelita Jaya Hajar Dewa United

Sport | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:33 WIB