ASEAN Para Games 2025: Klasifikasi Kontingen Indonesia Aman, Target Medali Optimistis Tercapai

Ronald Seger Prabowo

Senin, 19 Januari 2026 | 16:21 WIB
ASEAN Para Games 2025: Klasifikasi Kontingen Indonesia Aman, Target Medali Optimistis Tercapai
Proses klasifikasi atlet kontingen Indonesia menjelang perhelatan ASEAN Para Games 2025 masih berada di jalur yang direncanakan. [Dok NPC Indonesia]
baca 10 detik
  • Proses klasifikasi atlet kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 berjalan sesuai rencana dan memenuhi persyaratan kategori hambatan.
  • Klasifikasi menentukan kesetaraan atlet berdasarkan tingkat disabilitas (PI, VI, atau II) demi menjamin asas *fair play* pertandingan.
  • Dua atlet para catur kategori tunadaksa telah lolos klasifikasi pada Minggu (18/1/2026) di Nakhon Ratchasima Rajabhat University.

Suara.com - Proses klasifikasi atlet kontingen Indonesia menjelang perhelatan ASEAN Para Games 2025 masih berada di jalur yang direncanakan.

Sejauh ini, seluruh atlet masih memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk bertanding sesuai kategori hambatannya masing-masing.

Koordinator tim dokter kontingen Indonesia, Retno Setianing, memastikan seluruh proses klasifikasi atlet berjalan lancar dalam dua hari terakhir. Sebab, sebelum ajang ASEAN Para Games 2025, pihaknya telah mempelajari dan menyusun perkiraan kelas seluruh atlet yang akan bertanding.

“Sejauh ini masih sesuai dengan perkiraan, atau setidaknya memenuhi harapan, karena kalau kami sudah menempatkan atlet di situ, artinya target medali sudah ditetapkan,” kata Retno saat ditemui di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Minggu (18/1/2026) siang.

Klasifikasi merupakan salah satu persyaratan terpenting dalam olahraga disabilitas, sekaligus membedakannya dengan olahraga non-disabilitas. Sebab, mekanisme ini bakal menentukan kategori setiap atlet yang disesuaikan dengan derajat impairment atau kelemahannya.

Dalam olahraga paralimpiade di level mana pun, klasifikasi menjadi dasar untuk memastikan bahwa setiap atlet yang bertanding ini dalam kategori yang setara, kendati tingkat disabilitas atau impairment-nya tidak sama. Ini dilakukan untuk memastikan asas fair play dalam olahraga disabilitas.

“Classifier harus memastikan bahwa atlet-atlet yang bertanding ini setara. Ini artinya tingkat disabilitasnya sama. Misalnya, yang lumpuh bisa juga dipertandingkan dengan yang amputasi. Meskipun itu tidak sama, tetapi setara. Itu yang harus menjadi poin, bahwa mereka itu bertanding setara,” kata dia.

Retno menjelaskan, setidaknya ada tiga kategori impairment yang menjadi acuan dalam proses klasifikasi ini, yaitu physical impairment (PI) atau tunadaksa, visual impairment (VI) alias tunanetra, serta intellectual impairment (II) atau tunagrahita. Setiap kategori ini memiliki jenis yang lebih spesifik.

Selama proses klasifikasi berlangsung, tim dokter kontingen Indonesia turut memberikan pendampingan kepada atlet-atlet tertentu. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan pengawalan yang ketat dari tim medis untuk memastikan proses assessment berlangsung sesuai standar.

baca juga

“Seperti di cabor para catur, ada dua atlet yang harus kami kawal. Memang tidak semua atlet yang mengikuti klasifikasi itu dikawal oleh dokter atau fisioterapis, terutama yang sudah pasti. Nah, di catur ini kebetulan ada dua atlet yang membutuhkan pendampingan,” ujar Retno.

Proses pengawalan ini, kata Retno, sangat krusial untuk memastikan seluruh atlet Indonesia bisa berpartisipasi di ajang ASEAN Para Games 2025. Apabila seluruh atlet bisa lolos sesuai kategori yang direncanakan, perjuangan untuk memburu target perolehan medali di perhelatan ini bisa lancar.

“Diharapkan target itu akan tercapai, syukur-syukur melampaui. Karena, nanti kalau bergeser kelasnya, atau dinyatakan non-eligible, itu bisa mempengaruhi. Selain sport class, ada juga kriteria yang namanya non-eligible,” kata Retno.

“Nah itu sangat disayangkan kalau sudah sampai tingkat ASEAN, tetapi akhirnya tidak masuk. Jadi tidak bisa hanya dilihat saja, tetapi juga harus diperiksa dan dicocokkan dengan cabang olahraganya. Jadi memang tidak akan cocok dengan seluruh cabor,” lanjut dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi itu.

Untuk hari ini, kami melakukan klasifikasi untuk kategori tunadaksa. Ada enam atlet para catur dalam kategori ini. Namun, untuk atlet yang perlu klasifikasi hanya ada dua, karena satu atlet masih baru dan satunya masih harus di-review. Alhamdulillah semuanya lolos untuk hari ini.

Sementara itu, koordinator pelatih tim para catur Indonesia, Tedy Wiharto, mengaku optimistis dengan proses klasifikasi yang berjalan sesuai rencana. Yang terbaru, ada dua atlet yang lolos klasifikasi, yakni Fajar Alamsyah dan Lilis Herna Yulia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenangan Indah di Thailand, Teodora Audi Bersemangat Memburu Prestasi ASEAN Para Games 2025

Kenangan Indah di Thailand, Teodora Audi Bersemangat Memburu Prestasi ASEAN Para Games 2025

Sport | Senin, 19 Januari 2026 | 16:16 WIB

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 16:13 WIB

Saddil Ramdani Rasakan Aura Positif Thom Haye, Mentalitas Eropa Jadi Pembeda Persib Bandung

Saddil Ramdani Rasakan Aura Positif Thom Haye, Mentalitas Eropa Jadi Pembeda Persib Bandung

Bola | Senin, 19 Januari 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

×