Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:39 WIB
Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai ikut rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/7/2025). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menjadi sentimen pelemahan rupiah.
  • Faktor domestik seperti aliran modal asing keluar dan kebutuhan valas korporasi turut menekan rupiah.
  • Pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi faktor global seperti tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui, kabar Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI, salah satu sentimen rupiah merosot akhir-akhir ini.

Selain itu, menurut Perry, perkembangan nilai tukar ini dipengaruhi fkator global dan domestik.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah yang terus anjlok berturut-turut, hingga ke level Rp 16.938 per dolar AS.

"Ada faktor domestik aliran modal asing keluar juga kebutuhan valas yang besar sejumlah korperasi Pertamina, PLN dan Danantara lalu persepsi pasar terhadpa kondisi fiskal dan proses pencalonan deputi gubernur BI sesuai dengan UUD tata kelola dan tidak mempengaruhi kewenanga BI yang profesional," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain domestik, faktor eksternal juga mempengaruhi pergerakan niliar tukar rupiah. Salah satunya tensi geopolitik hingga perang dagang.

"Seperti tadi kami sampaikan faktor gloval dengan kondisi global geopolitik tarif kebijakan tarif Amerika dan juga tinggi US Traesury Yield dan Fed Fund Rate turun disamping kondisi lain menyebabkan dolar AS menguat dan aliran modal keluar ke negara maju termasuk Amerika Serikat," jelasnya.

Perry menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah juga terjadi di beberapa negara. BI pun tidak segan segan untuk intervensi dalam menstabilkan rupiah.

"Kami jaga stabilitas niliai tukar rupiah dan menguat didukung fundamental ekonomi yang kuat dengan inflasi rendah dan prosespek ekonomi membaik," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BI Tak Mau Ikut Campur Soal Pencalonan Deputi Gubernur BI

Bos BI Tak Mau Ikut Campur Soal Pencalonan Deputi Gubernur BI

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:01 WIB

BI Rate Tetap, Rupiah Langsung Perkasa ke Level Rp 16.936

BI Rate Tetap, Rupiah Langsung Perkasa ke Level Rp 16.936

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun

Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:27 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×