- Sebanyak 562 atlet muda dari berbagai sekolah mengikuti MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 di Kudus, Jawa Tengah.
- Turnamen yang berlangsung 30 April hingga 2 Mei ini bertujuan membangun ekosistem pembinaan panahan berjenjang sejak usia dini.
- MI NU Banat berhasil meraih juara umum setelah mendominasi perolehan medali pada lima kategori yang telah dipertandingkan.
"Saya tidak pernah langsung menuntut hasil. Yang terpenting, Latisya menikmati memanah," kata Eko.
MI NU Banat Cetak Hattrick
MI NU Banat kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Sekolah tersebut mengoleksi tiga medali emas dan satu perak dari total 46 atlet yang diturunkan.
"Alhamdulillah, ini berkat dukungan yayasan, orang tua, Bakti Olahraga Djarum Foundation, dan PB Perpani Kudus," ujar Kepala MI NU Banat, Faukhil Wardati.
Wadah Regenerasi Panahan Nasional
MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 menjadi ajang penting bagi atlet panahan muda, khususnya di Jawa Tengah, untuk mengukur kemampuan.
Turnamen ini mempertandingkan lima kategori, yakni Nasional U-10, Nasional U-13, Nasional U-15, PVC U-10, dan PVC U-13.
Wakil Ketua Pengprov Perpani Jawa Tengah, Yuni Kartika, menilai ajang ini mampu memperluas pembinaan panahan hingga ke daerah.
"Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan hingga jenjang kompetitif," ujar Yuni.
Dengan pembinaan berkelanjutan, Indonesia diharapkan terus melahirkan atlet panahan berprestasi yang mampu bersaing di level internasional.