- Atlet Indonesia Putra Tri Ramadani meraih medali emas nomor lead di World Climbing Series Praha 2026.
- Putra mencatatkan sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang menjuarai nomor lead dengan mengalahkan atlet elit dunia.
- Keberhasilan ini dicapai melalui performa maksimal di babak final setelah mengevaluasi pengalaman kompetisi di Slovenia tahun 2025.
Kondisi pump atau kelelahan otot yang luar biasa tersebut nyatanya tidak menyurutkan tekad sang atlet untuk terus merayap hingga mencapai target poin tertinggi.
Mentalitas Juara dan Misi Berkelanjutan
Meski baru saja mencetak sejarah, Putra Tri Ramadani menyatakan dirinya tidak ingin cepat berpuas diri dengan capaian tersebut.
Baginya, medali emas di Praha justru menjadi bahan bakar tambahan untuk terus meningkatkan performa demi mengharumkan nama bangsa di ajang berikutnya.
Atlet asal Jawa Timur itu menilai masih banyak aspek teknis dan mental yang perlu dipertajam agar bisa tampil lebih konsisten di panggung internasional.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya kemampuan melakukan orientasi jalur serta menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan besar di lapangan.
"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," ujar Putra merinci evaluasi pribadinya.
Kebangkitan Putra Tri Ramadani
Penampilan gemilang Putra di Praha merupakan buah dari proses panjang dan evaluasi mendalam dari kompetisi-kompetisi sebelumnya.
Pada September 2025, ia sempat menembus babak final World Climbing Series di Koper, Slovenia, tetapi hanya finis di peringkat keenam.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk mematangkan taktik dan meningkatkan daya tahan tubuh hingga akhirnya mampu meraih emas di seri Praha tahun ini.
Kini, perhatian pecinta olahraga nasional tertuju kepada sosok Srondeng sebagai ikon baru yang siap menjaga martabat Indonesia di kancah panjat tebing dunia nomor lead, demikian Antara.