- Tunggal putra Alwi Farhan melaju ke perempat final Australian Open 2026 setelah mengalahkan Minoru Koga di Sydney, Kamis (11/6/2026).
- Alwi menang melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor 20-22, 21-16, dan 21-9 setelah sempat mengalami kendala emosi.
- Kunci kemenangan Alwi terletak pada kemampuan mengontrol ritme pertandingan serta kesabaran dalam menghadapi pertahanan lawan yang sangat solid.
Suara.com - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, membeberkan kunci kesuksesannya menembus babak perempat final Australian Open 2026 setelah menumbangkan wakil Jepang, Minoru Koga.
Bermain di Sydney pada Kamis (11/6/2026), bintang muda Indonesia itu harus melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor 20-22, 21-16, dan 21-9.
Kesabaran dalam meredam ego serta kemampuan mengontrol ritme pertandingan menjadi senjata utama sang atlet untuk mematahkan pertahanan rapat lawannya.
Frustrasi Hadapi Tembok Pertahanan Jepang
![Alwi Farhan mengungkap kunci sukses mengalahkan Minoru Koga di Australian Open 2026. Tunggal putra Indonesia melaju ke perempat final usai duel tiga gim. [PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/52441-alwi-farhan.jpg)
Laga perebutan tiket delapan besar ini berjalan sangat alot, terutama saat kedua pemain memasuki fase-fase krusial pada dua gim pertama.
Pemain asal Jepang tersebut sukses membuat Alwi terpancing emosi karena memiliki pertahanan yang sangat solid dan sulit ditembus.
Unggulan ketiga turnamen itu secara terbuka mengakui bahwa gaya bermain ulet sang lawan sempat mengganggu fokusnya di lapangan.
"Alhamdulillah bisa mengatasi semua problem yang ada di lapangan, memang tidak gampang tadi, lawan posturnya memang kecil tapi tidak mati-mati, justru itu membuat nafsu."
"Dengan berjalannya waktu, makin lama, makin sadar, makin bisa mengontrol kondisi jadi tadi belajar untuk mengatasi nafsunya, jadi tidak buru-buru mau mendapat poin."
Meski sempat kesulitan, atlet kebanggaan Indonesia tersebut tetap memberikan pujian terhadap semangat pantang menyerah Minoru Koga.
Ia menilai lawannya mampu menutupi kekurangan postur tubuh dengan daya juang luar biasa saat mengejar kok ke berbagai sudut lapangan.
Apresiasi untuk Keunikan Permainan Koga
![Alwi Farhan mengungkap kunci sukses mengalahkan Minoru Koga di Australian Open 2026. Tunggal putra Indonesia melaju ke perempat final usai duel tiga gim. [PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/33356-alwi-farhan.jpg)
"Memang beberapa kali, banyak pukulan keberuntungan juga dari dia."
"Walau sudah jatuh-jatuh posisinya susah, dia juga masih bisa dapat."
"Itu mungkin kelebihannya dia, unik juga sih karena memang posturnya tidak terlalu tinggi tapi dia bisa memaksimalkan apa yang dia punya, yang mana itu sesuatu yang bagus untuk tunggal putra, karena ada pola-pola permainan yang berbeda-beda."
Keberhasilan melakukan kebangkitan pada gim kedua dan ketiga menjadi bukti kematangan mental bertanding sang Juara Dunia Junior 2023.
Kemampuan mengontrol tempo permainan membuat Alwi mampu mendominasi gim penentuan dan meninggalkan lawannya dengan selisih poin yang cukup jauh.
Tantangan Fisik di Pekan Ketiga Turnamen
Kemenangan dramatis ini terasa semakin istimewa karena Alwi sedang menghadapi tantangan fisik yang tidak ringan dalam rangkaian turnamen internasional yang padat.
"Perjalanan masih sangat panjang, jadi saya fokus untuk perempatfinal."
"Besok siap tempur, siap tarung, karena tidak ada pertandingan yang mudah."
"Semoga Tuhan bantu saya karena ini sudah rentetan minggu ketiga, pasti tidak mudah untuk saya terutama dari sisi mental pikirannya dan fisiknya."
"Tidak ada yang tidak mungkin."
"Saya yakin Tuhan memberikan jalan saya yang paling baik di Australian Open."
Australian Open 2026 merupakan salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour yang menjadi ajang pembuktian konsistensi para pebulu tangkis elite dunia.
Turnamen di Negeri Kanguru tersebut menjadi kompetisi ketiga beruntun yang harus dijalani kontingen Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Padatnya jadwal pertandingan memaksa para atlet untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap kompetitif serta terhindar dari cedera maupun kelelahan sepanjang turnamen.