- Pelita Jaya Jakarta mengalahkan Dewa United Banten 84-83 di Dewa United Arena pada Kamis, 11 Juni 2026.
- Kemenangan dramatis tersebut membuat Pelita Jaya unggul 2-1 dalam format best of five semifinal IBL 2026.
- Pelita Jaya hanya membutuhkan satu kemenangan lagi pada laga Sabtu nanti untuk memastikan tiket ke final IBL.
Suara.com - Pelita Jaya Jakarta selangkah lagi mengamankan tiket ke partai final IBL 2026 usai memenangi duel sengit berbalut drama kontra Dewa United Banten.
Kemenangan krusial 84-83 di Dewa United Arena pada Kamis (11/6/2026) sekaligus memperpanjang catatan buruk tuan rumah saat menghadapi Pelita Jaya.
Mentalitas juara yang ditunjukkan Andakara Prastawa dan kolega membuktikan bahwa tekanan dari pendukung lawan justru menjadi motivasi tambahan bagi tim tamu.
Kubu tuan rumah sebenarnya memulai pertandingan dengan beban psikologis yang cukup berat karena belum pernah menang atas Pelita Jaya di kandang sejak 2024.
Meski demikian, dukungan suporter yang memadati arena sempat memberikan energi positif ketika Dewa United unggul tipis 49-48 pada akhir babak pertama.
Kuarter Keempat Jadi Penentu
Rasa waswas mulai menghampiri kubu tuan rumah ketika dominasi mereka perlahan memudar hingga papan skor kembali imbang 63-63 pada akhir kuarter ketiga.
Memasuki kuarter keempat yang menjadi fase penentuan, tensi pertandingan semakin memanas.
Momentum sempat berpihak kepada Dewa United melalui tembakan tiga angka Troy Gillenwater yang mengubah kedudukan menjadi 76-72.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Pelita Jaya langsung merespons lewat dua tembakan tiga angka beruntun.
Eksekusi sempurna dari Perrin Buford dan sang kapten tim memaksa pelatih Agusti Julbe Bosch mengambil time out untuk mengatur ulang strategi.
Drama Menit-Menit Akhir
Suasana arena semakin menegangkan ketika kedua tim kembali imbang 80-80 dengan waktu tersisa sekitar satu setengah menit.
Kolaborasi apik Jeffree Withey dan Vincent Kosasih di bawah ring membawa Pelita Jaya menjauh dengan keunggulan empat poin, 84-80.
Dewa United nyaris memaksa pertandingan berlanjut ke babak overtime pada detik-detik terakhir.
Harapan tersebut pupus setelah Hardianus gagal memaksimalkan satu dari dua kesempatan lemparan bebas, setelah sebelumnya Troy Gillenwater berhasil mengeksekusi peluang pertama.
Kegagalan krusial di garis free throw memastikan Dewa United harus menerima kekalahan tipis 83-84 saat buzzer berbunyi.
Pelita Jaya Tinggal Selangkah ke Final
Kemenangan dramatis ini tidak lepas dari kontribusi tiga pemain Pelita Jaya yang sama-sama mencetak 19 poin.
Selain itu, Jeffree Withey turut menyumbang 15 poin penting untuk membantu timnya mengamankan kemenangan.
Dominasi Pelita Jaya juga terlihat dari statistik points in the paint yang unggul 40-30 atas Dewa United.
Di kubu tuan rumah, performa impresif Troy Gillenwater dengan 27 poin dan Joshua Ibarra yang mencetak 20 poin belum cukup untuk membawa timnya meraih kemenangan.
Mewakili rekan-rekannya, Andakara Prastawa menegaskan ambisi Pelita Jaya untuk segera menyegel tiket ke partai final.
"Pastinya senang, tetapi masih ada Game 4 yang harus kami menangkan untuk melaju ke babak Final. Saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan tersebut untuk merebut tiket ke Final lagi," kata Andakara Prastawa Dhyaksa.
Peluang Dewa United Masih Terbuka
Laga keempat yang akan digelar pada Sabtu (13/6/2026) menjadi pertandingan hidup-mati bagi Dewa United.
Pelita Jaya yang kini unggul 2-1 dalam format best of five hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk melangkah ke final.
Sementara itu, Dewa United wajib menang untuk memaksakan pertandingan kelima.
Apabila Dewa United berhasil menyamakan kedudukan pada Game 4, laga penentuan akan digelar di kandang Pelita Jaya pada Senin (15/6/2026), demikian Antara.