Remaja 15 Tahun Dipaksa Jadi PSK dan Dikurung di Apartemen

Sukabumi

Jum'at, 16 September 2022 | 16:52 WIB
Remaja 15 Tahun Dipaksa Jadi PSK dan Dikurung di Apartemen
Ilustrasi-Pelecehan seksual yang terjadi pada anak dibawah umur dan dijadikan pekerja seks komersial (Istockphoto)

Sukabumi.suara.com - EMT seorang mucikari yang tega menjual remaja 15 tahun di area Jakarta.

NAT (15) dipaksa untuk menjadi pekerja seks komersial (PSK) oleh EMT, ia melancarkan aksi penjajaannya di sejumlah apartemen di Jakarta.

EMT sudah melakukan praktik ini sekitar 1,5 tahun yang lalu, atau dimulai pada Januari 2021. NAT diancam, ditekan, dimanipulasi, dan dibuat ketakutan oleh pelaku sampai ia melakukan hal yang tidak diinginkannya.

Awal mula kejadian korban diajak oleh temannya untuk pergi ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.

Sejak ia bertandang ke apartemen tersebut ia mengaku tidak bisa keluar dan dijanjikan akan diberikan uang.

Muhamad Zakir Rasyidin selaku pengacara korban mengatakan, "Korban awalnya tidak tahu akan adanya eksploitasi. Karena awalnya ia hanya diajak untuk pergi ke suatu tempat. Tetapi ketika ingin pulang ia tidak diperbolehkan karena diharuskan untuk bekerja. Ia dibilang sebagai wanita cantik dan dijanjikan untuk diberi uang. Tetapi pekerjaan yang diberikan yaitu dijual kepada lelaki hidung belang," Ucapnya pada Kamis (15/9/2022) di Polda Metro Jaya.

NAT diharuskan untuk mendapatkan uang Rp 1 juta perhari, jika ia tidak mencapai target maka ia akan dihukum. 

"Ada kekerasan non fisik yang berupa korban disuruh untuk melayani tamu dan harus menghasilkan uang 1 juta rupiah perhari, jika tidak maka ia disuruh membayar hutang sebesar 35 juta rupiah. Jadi eksploitasi tersebut dalam bentuk penekanan," ucap Zakir. 

Korban sudah dipaksa untuk menjual tubuhnya selama 1,5 tahun. Yang mana ia tidak hanya tinggal di satu apartemen saja, tetapi berpindah-pindah. Ia mengaku jika apartemennya ada di Jakarta Barat, Cengkareng, lalu Pluit. Jadi selalu pindah-pindah.

baca juga

EMT tetapi diperbolehkan untuk menemui dan menghubungi orang tuanya. Tetapi ia diancam tidak boleh untuk memberitahukan pekerjaan yang sebenarnya. Ia hanya disuruh untuk memberitahukan bahwa ia mendapatkan pekerjaan yang nyaman.

Selama korban berkomunikasi dengan keluarga, pelaku memantaunya. Jika ia ketahuan memberitahukan pekerjaan sebenarnya maka ia harus membayar hutang sebesar Rp 35 juta.

Saat ini pelaku masih dalam pencarian, korban dapat meloloskan diri pada Juni 2022 sehingga ia bisa melaporkannya kepada orang tua. Sehingga keluarganya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.  

EMT merupakan wanita berusia 40 tahun dan sudah sering keluar masuk penjara. Tetapi ia tidak kapok untuk melakukan perbuatan keji.  

EMT juga diduga bertanggung jawab atas puluhan anak dibawah umur yang ia pekerjakan. Korban mengatakan bahwa EMT mempunyai puluhan kamar dalam satu apartemen yang ia sediakan untuk praktek prostitusi. 

Zakir berharap pihak kepolisian untuk segera melakukan penangkapan kepada EMT karena sudah dianggap berbahaya.

Sumber: poptren.suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Toko Mebel Kebakaran saat Ditinggal Salat Jumat, Diduga karena Korsleting Listrik

Toko Mebel Kebakaran saat Ditinggal Salat Jumat, Diduga karena Korsleting Listrik

News | Jum'at, 16 September 2022 | 16:24 WIB

Dinilai Polisi Tak Beradab, Teriakan Kata Binatang Kombes Setyo Berbahaya karena Bisa Dianggap Perintah

Dinilai Polisi Tak Beradab, Teriakan Kata Binatang Kombes Setyo Berbahaya karena Bisa Dianggap Perintah

News | Jum'at, 16 September 2022 | 16:12 WIB

PJ Sekda Pemalang Slamet Masduki Cabut Gugatan Soal Status Tersangkanya, KPK: Sudah Tepat

PJ Sekda Pemalang Slamet Masduki Cabut Gugatan Soal Status Tersangkanya, KPK: Sudah Tepat

News | Jum'at, 16 September 2022 | 15:31 WIB

1,5 Tahun Culik Anak 15 Tahun buat Dijadikan PSK, Polda Metro Belum Bisa Tangkap Mami EMT

1,5 Tahun Culik Anak 15 Tahun buat Dijadikan PSK, Polda Metro Belum Bisa Tangkap Mami EMT

Jakarta | Jum'at, 16 September 2022 | 15:19 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×