Suara Sumatera - Kabar KDRT yang dialami Venna Melinda yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan mengejutkan publik. Ibu dua anak ini kerap mengumbar urusan stamina ranjang pada publik.
Bahkan stamina Ferry Irawan sempat membuat Venna Melinda kewalahan. Ia mengungkapkan jika mereka berhubungan seks berkali-kali dalam sehari.
Dikanal YouTube Orami Entertainment, Venna mengatakan Ferry memberi kode jika ingin kebutuhan seksual.
Hal itu terjadi pada malam hari, padahal pada pagi harinya pun, keduanya sudah melakukan hubungan seksual.
Venna bahkan pernah bersenggama dengan Ferry selama satu jam nonstop.
"Di perkawinanku yang pertama iya, lets say 15 menit gitu. Ini kayak aku lagi tabata, yang 1 jam nonstop aku sampe kayak wow," imbuh Venna.
"Sampe wow dan kadang-kadang dia malem udah ngasih kode lagi. Padahal kan baru pagi karena Vania kan sekolah, kita punya banyak waktu luang pagi-pagi. Malam tiba-tiba kasih kode ‘yang, kalau mau lagi gimana? Oh my God, aku keramas lagi," ujar Venna.
Stamina yang masih tinggi, Ferry Irawan mengaku tidak punya ritual khusus namun memang tidak menjamin akan selalu berstamina.
“Aku sukanya telor, saya bisa 8-10 telur setengah matang. Tapi itu enggak menjamin,” aku Ferry.
Baca Juga: Pedoman Tata Cara Shalat Istikharah Lengkap: Niat, Bacaan Doa, Waktu Pelaksanaan dan Hukumnya
Ferry Irawan pun mengaku tidak memiliki trik khusus namun lebih mementingkan rasa cinta. "Number one buat saya bukan food atau suplemen tapi hati nomor 1," ucap Ferry tertuju pada Venna.
Akhir pekan lalu Venna justru melaporkan Ferry ke polisi atas dugaan kasus KDRT ke Polda Jatim. Venna terlihat mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dengan kekerasan fisik hingga hidung serta mulut bercucuran darah.
"Kalau keterangan korban, dia ditekan kepala terlapor, menekan hidungnya sampai mengeluarkan darah," jelas Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto.
Ferry melayangkan ancaman kekerasan kepada Venna meski kejadian tersebut diakui baru pertama kalinya.
"Dari keterangan korban, si terlapor sering melakukan ancaman kekerasan ke korban. Sering kali menurut korban," tambah dia.
Pengakuan tersebut ternyata berbeda dari keterangan yang diberikan oleh keluarga. Venna telah menerima tindakan KDRT sejak sembilan bulan menikah.