Suara Sumatera - Media sosial diramaikan dengan kabar yang menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dana sebesar Rp300 triliun yang ternyata untuk biaya kampanye hitam Ganjar Pranowo di 2024 mendatang.
Video dengan klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama Perspektif baru-baru ini dengan narasi sebagai berikut:
"K-pk T3mukan Bukt1 Ku4t !! 4liran D4na 300t Untuk B1ay4 K4mpanye H1tam G4nj4r 2024".
Dalam thumbnail video, pengunggah menampilkan gambar Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Megawati Soekarnoputri dan petugas KPK.
Pada thumbnail video juga mencantumkan judul:
"Terungkap…
DANA 300 T MASUK KANTONG PARTAI
MEGA BAGIKAN UANG HASIL DARI MENKEU UNTUK DANA KAMPANYE G4NJAR" demikian dikutip pada Minggu (2/4/2023).
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, isi video dan judul tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa KPK temukan dana Rp300 triliun untuk biaya kampanye hitam Ganjar pada 2024 mendatang.
Nyatanta, video yang ditayangan pada klaim tersebut identik dengan video unggahan channel youtube resmi KOMPAS TV berjudul “KPK Periksa Ganjar Pranowo Sebagai Saksi Korupsi E-KTP” yang tayang pada 10 Mei 2019.
Baca Juga: Berseberangan Dengan Jokowi Soal Piala Dunia U-20, Ganjar Pranowo Gagal Sebagai Figur Capres
Dalam video tersebut Ganjar Pranowo dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus suap pengadaan KTP elektronik.
Selain itu terdapat juga video yang identik dengan uggahan kompas.tv berjudul “Ganjar dan Ahok Dilaporkan ke KPK oleh PNPK” yang diunggah pada 8 Januari 2022.
Video tersebut menampilkan Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massaardi yang melaporkan sejumlah dugaan kasus korupsi melibatkan Ahok serta Ganjar Pranowo.
Narator video tersebut hanya membacakan artikel goriau.com berjudul “Kasus KTP-el Bisa Jadi Alasan Megawati Tidak Restui Pencapresan Ganjar Pranowo” yang diunggah pada 26 Maret 2023.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, klaim bahwa KPK temukan dana sebesar Rp300 triliun untuk biaya kampanye hitam Ganjar merupakan kabar hoaks dan termasuk ke dalam kategori konten yang dimanipulasi.