Suara Sumatera - Penampilan seseorang kerap dikaitkan dengan kemampuan hingga hasrat seksual. Banyak juga yang menganggap perempuan berbulu lebat memiliki gairah seksual yang tinggi. Benarkah?
Pakar seksologi, Dokter Boyke Dian Nugraha mengatakan, perempuan yang memiliki bulu lebat biasanya berkaitan dengan kadar testosteron yang tinggi. Sementara testosteron yang tinggi itu memengaruhi gairah seksual.
“Seringkali bulu itu dikaitkan dengan kadar hormon testosteron sebagai pemicu gairah, jadi itu ada benarnya juga,” ucap Dokter Boyke dalam unggahan di kanal Youtube TonightShowNet, dikutip dari Suara.com, Kamis (4/5/2023).
Hanya saja, tidak semua perempuan dengan bulu lebat memiliki gairah seksual tinggi. Sebab, semua harus melihat dari kadar testosteron perempuan tersebut.
Jika kadar testosteronnya tinggi, itu memang berpengaruh pada gairah seksual tinggi. Untuk mengetahuinya perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
“Testoteron tinggi membuat gairahnya juga lebih tinggi meskipun itu mitos semua perempuan berbulu itu gairahnya tinggi. Tapi kita harus lihat testosteronnya dulu. Kita harus cek testosteronnya juga, kalau tinggi, memang iya meningkatkan gairah seks dan menambah massa otot,” jelas Dokter Boyke.
Meski demikian gairah seksual seseorang juga tidak hanya ditentukan pada testosteron. Pasalnya, gairah seksual juga dipengaruhi suasana hati, makanan, dan lain-lain.
“Kalau berbulu itu memang testosteronnya lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Tapi tidak selalu gairah seks itu ditentukan testosteron saja, oleh mood, makanan yang kita makan,” sambung Dokter Boyke.
Tidak hanya dikaitkan dengan gairah seksual, Dokter Boyke menjelaskan, perempuan yang miliki testosteron tinggi juga berpengaruh pada kesulitan hamil. Kondisi ini disebut sindrom polikistik ovarium akibat kadar testosteron yang tinggi.
“Wanita dengan testosteron tinggi memang akan tumbuh bulu-bulu, beberapa perempuan juga akan mengalami kesulitan untuk hamil yang kita sebut juga TCOS atau sindrom polikistik ovarium. Nah itu biasanya testosteronnya agak tinggi,” ungkap Dokter Boyke.
Untuk mengatasi hal tersebut, perempuan dengan testosteron tinggi dianjurkan untuk banyak konsumsi makanan-makanan sehat yang mengandung fitoestrogen.
“Makanan yang dianjurkan itu tentunya makanan-makanan buah-buahan. Tidak ada pantangan makanan apapun. Tapi makanan sayuran itu kita anjurkan. Dan juga makanan-makanan yang mengandung fitoestrogen seperti kacang kedelai, tahu tempe, itu melawan testosteronnya,” pungkasnya.