Suara Sumatera - Aksi begal kian meresahkan di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku tak segan melukai dan membawa kabur harta benda korban.
Aksi begal ini berpotensi mengganggu sektor pariwisata. Demikian dikatakan oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Zumri Sulthony melansir Antara Kamis (13/7/2023).
"Jika semakin marak tentu pariwisata bisa terdampak," ujar Zumri kepada ANTARA.
Aksi pelaku begal membuat masyarakat khawatir untuk melakukan aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.
Padahal, di beberapa wilayah di Sumut, seperti Medan ada tempat wisata yang aktif saat matahari terbenam.
Dirinya meminta Pemprov Sumut dan jajaran serta aparat keamanan dapat mencegah kasus begal ini.
Sebab, saat wisatawan terkena dampak pembegalan apalagi sampai mengunggahnya ke media sosial, maka efeknya akan buruk terhadap pariwisata Sumut.
"Sejauh ini memang belum ada laporan wisatawan yang terdampak pembegalan. Meski begitu, kami ingin situasi bisa segera ditangani pemerintah daerah dan aparat keamanan," katanya.
Baca Juga: Investigasi Netral Aiman Witjaksono Perihal Rumput JIS, Bagaimana Hasilnya?