SuaraSumedang.id – Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit kronis yang memengaruhi sumsum tulang belakang otak dan saraf optik.
Banyak orang yang belum tahu mengenai penyakit ini, sehingga mengabaikan tanda atau kondisi penyakit tersebut menjadi semakin parah.
Dampak dari penyakit multiple sclerosis (MS) dapat menyerang autoimun, sehingga merusak kinerja otak dan mengganggu penglihatan.
Penderita yang mengdap penyakit ini memiliki kondisi yang berbeda, sebagian mengalami gejala ringan dan tidak membutuhkan pengobatan sama sekali.
Sedangkan penderita lain dapat mengalami kesulitan dan mengganggu aktivitas keseharian.
Kondisi ini dinilai sebagai gangguan autoimun dan terjadi saat sistem kekebalan tubuh memproduksi sel dan protein (antibodi).
Penyakit ini menyerang myelin atau zat lemak yang melindungi serabut saraf, dan penyebabnya masih belum diketahui.
Meskipun MS bukan penyakit keturunan, tetapi tampaknya faktor genetik juga memainkan peran utama dalam membuat beberapa orang sangat rentan terkena.
Seperti dilansir suara.com Jumat (26/08/2022), wanita memiliki risiko tiga kali lebih tinggi menderita MS daripada pria.
Baca Juga: Dapat Surat dari Orang Misterius Tukang Tambal Ban Ini Langsung Sujud Syukur, Ternyata Isinya Ini
Mengidentifikasi multiple sclerosis
Sebagian besar pasien akan mengalami gejala awal pada usia 20 hingga 40 tahunan dan bentuknya bisa bervariasi, tergantung pada saraf yang rusak.
Penyakitnya juga bisa ringan, sedang, atau berat. Gejala umum yang perlu diwaspadai adalah:
kelelahan
kesulitan berjalan
mati rasa dan kesemutan
masalah seksual
masalah penglihatan
masalah bicara
kelemahan otot
kekakuan
kejang
masalah fokus atau mengingat
masalah kandung kemih dan usus
Penting diingat bahwa tidak semua pasien akan memiliki semua gejala. Kebanyakan orang dengan MS mengalami serangan, juga disebut kambuh, ketika kondirinya lebih buruk.
Biasanya akan diikuti oleh masa pemulihan ketika gejala membaik. Sementara bagi yang lain, penyakit ini akan terus memburuk dari waktu ke waktu.