Ekonom Sebut Angka Inflasi Bergantung Kenaikan Harga BBM

Suara Sumedang | Suara.com

Minggu, 04 September 2022 | 13:25 WIB
Ekonom Sebut Angka Inflasi Bergantung Kenaikan Harga BBM
ilustrasi pengendara motor antre di SPBU mengisi BBM Pertalite. (Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki)

SuaraSumedang.id - Belum lama ini, pemerintah resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9).

Kini harga BBM jenis pertalite dijajakan di SPBU dengan harga Rp10.000 per liter. Kemudian pertamax menjadi Rp14.500 per liter untuk yang bersubdisi.

Kemudian BBM solar subsidi naik menjadi Rp6.800 per liter. Sedangkan BBM nonsubsidi kenaikan harga berbeda di setiap wilayah masing-masing.

Kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi di seluruh SPBU Pertamina sudah berlaku sejak ditetapkan pada Sabtu (3/9).

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menyebut, angka inflasi sampai akhir 2022 akan bergantung pada kenaikan harga BBM.

Menurutnya, dengan kenaikan harga BBM sebesar 10 persen. Maka inflasi bisa bertambah 1,2 persen secara tahunan.

"Sehingga, kalau naiknya harga BBM sampai 30 persen, ini akan bisa mendorong inflasi sampai tiga persenan," kata Faisal kepada ANTARA.

Kemudian, ia memperkirakan harga BBM pun bisa menambah inflasi sepanjang 2022 hingga 3,6 persen. Sehingga inflasi bisa mencapai 7-9 persen di akhir 2022.

Apabila tidak ada kenaikan harga BBM, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Inflasi di September dan Oktober diprediksi akan lebih rendah dibandingkan bulan-bulan lain.

"Karena setiap tahun, inflasi paling tinggi itu momen Lebaran, di tahun ini ada di pertengahan tahun yakni Juni. Inflasi di akhir tahun di antara Natal dan Tahun Baru juga tinggi."

"Inflasi di antara kedua momen tersebut relatif rendah, tapi paling rendah September dan Oktober karena tidak ada faktor yang mendorong kenaikan inflasi," kata Faisal.

Hal ini sebagaimana ketika terjadi panen raya di Maret dan April, sehingga harga pangan seperti beras relatif rendah.

Sementara itu, pada Agustus 2022 terjadi deflasi 0,21 persen secara bulanan karena Juli 2022 inflasi juga cukup tinggi sebesar 0,61 persen.

"Deflasi Agustus memang agak di luar kebiasaan, yang juga disebabkan di Juli ada inflasi tinggi di luar kebiasaan karena kenaikan harga pangan seperti cabai dan bawang akibat faktor suplai," kata dia.

Sumber:ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dirut Pertamina Klaim Harga Pertalite dan Solar di Indonesia Lebih Rendah Dibandingkan Harga Kompetitor

Dirut Pertamina Klaim Harga Pertalite dan Solar di Indonesia Lebih Rendah Dibandingkan Harga Kompetitor

| Minggu, 04 September 2022 | 13:07 WIB

Harga BBM Naik, Ekonom Sebut Laju Inflasi 2022 Bisa Mencapai 6-7 Persen

Harga BBM Naik, Ekonom Sebut Laju Inflasi 2022 Bisa Mencapai 6-7 Persen

| Minggu, 04 September 2022 | 13:03 WIB

Harga BBM Pertalite Eceran di Medan Ikut Terkerek Naik Menjadi Rp 12 Ribu

Harga BBM Pertalite Eceran di Medan Ikut Terkerek Naik Menjadi Rp 12 Ribu

| Minggu, 04 September 2022 | 12:59 WIB

Terkini

Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026

Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:15 WIB

Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!

Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:15 WIB

Refleksi Lebaran: Satukan Keluarga atau Ajang Validasi Sosial?

Refleksi Lebaran: Satukan Keluarga atau Ajang Validasi Sosial?

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:15 WIB

Polemik Status Warga Negara Dean James Masuk Laporan KNVB

Polemik Status Warga Negara Dean James Masuk Laporan KNVB

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:13 WIB

7 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera Terbaik dan RAM Besar untuk Multitasking

7 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera Terbaik dan RAM Besar untuk Multitasking

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:10 WIB

Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:10 WIB

Ramai THR Ameena dari Kris Dayanti dan Ashanty, Netizen Malah Pertanyakan Jatah dari Gen Halilintar

Ramai THR Ameena dari Kris Dayanti dan Ashanty, Netizen Malah Pertanyakan Jatah dari Gen Halilintar

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:10 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Cetak Sejarah di Moto3, Veda Ega Pratama Dapat 'Saweran' Mobil dari Keluarga Haji Isam

Cetak Sejarah di Moto3, Veda Ega Pratama Dapat 'Saweran' Mobil dari Keluarga Haji Isam

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:04 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB