Kasus Ferdy Sambo Disebut Rumit, Komnas HAM Beberkan soal Skenario Palsu hingga Keterangan Berbeda

Suara Sumedang | Suara.com

Kamis, 15 September 2022 | 13:34 WIB
Kasus Ferdy Sambo Disebut Rumit, Komnas HAM Beberkan soal Skenario Palsu hingga Keterangan Berbeda
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik. (Suara.com/Yaumal)

SuaraSumedang.id - Perkembangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Yousua Hutabarat yang didalangi Ferdy Sambo disebut sangat rumit.

Terlebih, Ferdy Sambo merancang skenario palsu baku tembak guna menghalangi proses hukum terhadapnya, hingga 90 lebih anggota polisi terseret.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut, mengingat banyak obstruction of justice atau upaya penghalangan proses hukum yang diskenariokan Ferdy Sambo sebagai aktor utama.

Sehingga beberapa di antara anggota polisi yang ikut terseret kasus Ferdy Sambo ini terancam dipidana, dan dipecat dari Polri.

"Iya ini akan rumit menurut saya. Jangan menganggap ini mudah saja, nggak. Menurut saya rumit," kata Taufan saat dihubungi Suara.com, Rabu (14/9/2022).

Dikatakan Taufan, kerumitan dalam kasus ini diakibatkan obstruction of justice yang dilakukan Ferdy Sambo.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa bukti di antaranya rusaknya tempat kejadian perkara (TKP), hilangnya sejumlah barang bukti seperti telepon genggam milik pihak terkait dalam kasus ini.

Lalu, rekaman CCTV di TKP yang belum diketahui keberadaannya. Belum lagi, temuan Komnas HAM terdapat keterangan berbeda antara Bharada E dan Ferdy Sambo.

Disebutkan Bharada E mengaku selain dirinya, Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir J. Tetapi, keterangan itu dibantah suami Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo mengaku hanya memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Kemudian, juga dipersulit dengan pengakuan terbaru Bripka RR yang juga tersangka.

Menurut Taufan yang mengaku tidak melihat secara gamblang penembak Brigadir J. Nantinya, dikhawatirkan Kuat Maruf yang juga tersangka, ikut menarik diri dari peristiwa penembakan itu.

"Artinya, hanya ada satu keterangan dari yang namanya Richard (Bharada E), yang mengakui Sambo menembak. Satu lagi keterangan dari Sambo yang menembak hanya Richard," kata Taufan.

Dalam persidangan nantinya, hakim kana mempertanyakan bukti dari keterangan para tersangka, termasuk pelaku yang mengakibatkan dua luka mematikan di dada, dan kepala Brigadir J.

"Karena hakim akan terus memastikan siapa, melakukan apa? contohnya siapa yang menembak dada, dan kepala itu? itu penting kan," kata dia.

Sumber:Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Ferdians Gantikan Uya Kuya untuk Hipnotis Ferdy Sambo, Begini Faktanya

Benarkah Ferdians Gantikan Uya Kuya untuk Hipnotis Ferdy Sambo, Begini Faktanya

| Kamis, 15 September 2022 | 13:23 WIB

Ferdy Sambo akan Lolos dari Hukuman Mati, Benarkah ? Ini Alasannya

Ferdy Sambo akan Lolos dari Hukuman Mati, Benarkah ? Ini Alasannya

| Kamis, 15 September 2022 | 13:14 WIB

Dipimpin Jenderal Bintang Tiga, Sidang Banding Putusan PTDH Ferdy Sambo Digelar Pekan Depan

Dipimpin Jenderal Bintang Tiga, Sidang Banding Putusan PTDH Ferdy Sambo Digelar Pekan Depan

News | Kamis, 15 September 2022 | 12:57 WIB

Terkini

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB

HNSI Respons Positif Pidato Presiden Prabowo: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Indonesia

HNSI Respons Positif Pidato Presiden Prabowo: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Indonesia

Sulsel | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB

Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP

Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:46 WIB

Terpopuler: 5 HP Snapdragon Kencang di Bawah Rp2 Juta, Laptop Ultra-Tipis Lenovo

Terpopuler: 5 HP Snapdragon Kencang di Bawah Rp2 Juta, Laptop Ultra-Tipis Lenovo

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:45 WIB

Daftar Pasangan Shio yang Tidak Cocok di Tahun Kuda Api, Bisa Picu Konflik

Daftar Pasangan Shio yang Tidak Cocok di Tahun Kuda Api, Bisa Picu Konflik

Lifestyle | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:35 WIB

Gelar Juara Persib di Depan Mata, Julio Cesar Ingatkan Jangan Lengah Lawan Persijap

Gelar Juara Persib di Depan Mata, Julio Cesar Ingatkan Jangan Lengah Lawan Persijap

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:21 WIB

Semprot Parfum yang Benar di Baju atau Kulit? Simak Penjelasannya agar Wangi Seharian!

Semprot Parfum yang Benar di Baju atau Kulit? Simak Penjelasannya agar Wangi Seharian!

Lifestyle | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:15 WIB

Arsenal Akan Parade Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 di Islington Pada 31 Mei

Arsenal Akan Parade Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 di Islington Pada 31 Mei

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:13 WIB

Aston Villa Juara Liga Europa 2026

Aston Villa Juara Liga Europa 2026

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:03 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Nyaman untuk Persiapan Olahraga Libur Lebaran

7 Sepatu Lari Lokal Paling Nyaman untuk Persiapan Olahraga Libur Lebaran

Jakarta | Rabu, 20 Mei 2026 | 23:39 WIB