Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB
Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai
Kekurangan pasokan batubara PLN disebabkan keterlambatan pengesahan RKAB dan pemotongan kuota produksi oleh Kementerian ESDM sepanjang tahun 2026. . [Antara]
baca 10 detik
  • Kekurangan pasokan batubara PLN disebabkan keterlambatan pengesahan RKAB dan pemotongan kuota produksi oleh pemerintah sepanjang tahun 2026.
  • Disparitas harga jual DMO yang tetap sejak 2018 membebani biaya operasional tambang di tengah lonjakan harga kebutuhan produksi.
  • Pengamat menyarankan percepatan pengesahan RKAB dan penyesuaian harga DMO untuk menjamin stabilitas pasokan listrik nasional di masa depan.

Suara.com - Pengamat pertambangan Rizal Kasli menilai kekurangan pasokan batubara yang sempat dialami PT PLN (Persero) hingga memicu pemadaman bergilir disebabkan oleh sejumlah tantangan pada industri hulu. Hambatan tersebut di antaranya keterlambatan pengesahan RKAB batubara serta pemotongan kuota produksi.

Menurut Rizal, faktor-faktor tersebut berdampak langsung pada defisit pasokan untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligasi (DMO), khususnya bagi PLN.

"Yang pertama kita sudah tahu bahwa ada keterlambatan pengesahan RKAB. Kemudian pemotongan kuota. Ini banyak perusahaan-perusahaan dipotong kuota produksi oleh pemerintah," kata Rizal dalam diskusi bertajuk 'Menjaga Pasokan Batubara untuk Kebutuhan Nasional' yang digelar ASPEBINDO di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebagai catatan, pemerintah menetapkan target produksi batubara dalam RKAB 2026 sebesar 600 juta ton, meskipun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia belakangan menyatakan membuka peluang untuk melakukan relaksasi kuota.

Selain masalah regulasi, disparitas harga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri. Rizal menyebut terdapat selisih yang jauh antara harga pasar global dengan harga patokan DMO untuk PLN yang dipatok maksimal USD 70 per ton dan tidak berubah sejak 2018.

Padahal, biaya operasional penambang terus melonjak akibat kenaikan harga solar, suku cadang, serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Untuk mengantisipasi agar krisis pasokan tidak berulang, Rizal mengusulkan sejumlah solusi. Salah satunya adalah mendorong pemerintah mempercepat pengesahan RKAB untuk periode tahun depan.

"Jadi kami mengusulkan. Terutama ada pengesahan RKAB 2027, dan penugasan ya. Penugasan pemenuhan batubara untuk DMO, itu harus selesai pada akhir tahun 2026. Jangan tunggu 2027," tuturnya.

Solusi lainnya meliputi penyesuaian harga DMO yang tidak berubah sejak 2018, serta kajian mendalam mengenai peta sebaran tambang di Sumatera dan Kalimantan yang spesifikasi kalorinya sesuai dengan kebutuhan teknis PLTU milik PLN.

baca juga

Di sisi lain, PLN juga diminta menjamin ketepatan waktu pembayaran kepada perusahaan pemasok guna menjaga stabilitas arus kas operasional tambang.

"Karena ada beberapa teman mengeluh agak lama katanya di PLN," kata Rizal.

Tata kelola RKAB Batubara harus dibenahi

Sebelumnya pada pekan lalu Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) juga mendesak dilakukannya pembenahan tata kelola RKAB batubara guna menjamin kepastian pasokan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen menyatakan evaluasi atas pemadaman listrik di sistem Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) merupakan momentum bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan proses persetujuan RKAB tidak mengganggu kepastian pasokan batu bara untuk PLTU.

"Dengan adanya ketidakpastian angka produksi batu bara yang bisa dikerjakan oleh pemegang konsesi, pengiriman batu bara untuk pasar domestik (DMO) juga terganggu," kata Ardhi dalam keterangannya di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?

Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:59 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Terkini

Heboh Video Pemuda di Bogor Siram Air Kencing ke Waria, Dalih Lakukan 'Bersih-bersih'

Heboh Video Pemuda di Bogor Siram Air Kencing ke Waria, Dalih Lakukan 'Bersih-bersih'

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:38 WIB

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:28 WIB

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

×