Komnas HAM Periksa Polisi dan TNI, Hasil Investigasi: Pemantik Tragedi Kanjuruhan Diduga karena Gas Air Mata

Suara Sumedang

Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:18 WIB
Komnas HAM Periksa Polisi dan TNI, Hasil Investigasi: Pemantik Tragedi Kanjuruhan Diduga karena Gas Air Mata
Anggota Komnas HAM Choirul Anam (ANTARA/Willy Irawan)

SuaraSumedang.id - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam berencana memeriksa Anggota Polri dan TNI dalam Tragedi Kanjuruhan yang merenggut ratusan korban jiwa. 

Choirul Anam mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM terkait kerusuhan di stadion Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa. 

"Kami memang meminta nanti keterangan dari pihak Kepolisian, TNI, maupun pihak-pihak yang lain untuk memberikan keterangan sehingga kita bisa melihat secara komprehensif apa sebenarnya yang terjadi," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam sebuah video kepada wartawan pada Rabu (5/10/2022), melansir Suara.com.

Berdasarkan temuan awal investigasi Komnas HAM, kata Anam, banyak pihak yang mengakui jika tragedi maut tersebut disebabkan karena adanya penembakan gas air mata oleh polisi

"Banyak pihak yang memberikan keterangan kepada kami itu akibat gas air mata," ucapnya.

Berdasarkan keterangan narasumber yang ditemui Komnas HAM, gas air mata yang ditembakan polisi tersebut membuat suasana menjadi panik. Penonton di area tribun dalam stadion berhamburan karena panik.

"Sehingga ada terkonsentrasi di sana di beberapa titik pintu. Ada pintu yang terbuka sempit. Terus ada pintu yang tertutup. Itulah yang membuat banyak jatuh korban," tukasnya.

Fakta tersebut dikuatkan melalui temuan Komnas HAM setelah melihat jenazah korban yang sangat memprihatinkan. Adanya luka lebam biru, mata memerah hingga mengeluarkan busa. 

"Kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru, jadi muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen karena juga gas air mata," katanya.

baca juga

"Jadi teman-teman, khususnya keluarga Aremania, maupun relawan yang menangani jenazah memberikan informasi terkait hal teresbut. Wajahnya biru. Banyak yang wajahnya biru, mata merah, keluar busa dan sebagainya," tambahnya. 

Menurut Anam, korban juga ditemukan dalam kondisi luka-luka, seperti mengalami patah di bagian kaki dan rahang. 

"Jadi jenazah ini angkanya pasti akan bertambah. Dari 125 pasti akan bertambah terus, karena memang situasinya saat itu di hari H mulai Sabtu sampai Minggu pagi itu menang sangat crowded (penuh sesak). Sehingga angkanya akan bertambah, karena beberapa belum dicatat atau langsung dibawa oleh anggota keluarganya," ucapnya.

Anam mengatakan sejumlah korban selamat yang ditemui Komnas HAM pun kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka terpapar efek gas air mata hingga mengganggu kondisi kesehatannya. 

"Matanya sangat merah. Bahkan, kami bertemu dengan salah satu korban yang itu peristiwanya hari Sabtu (2/10/2022), Senin (4/10/2022) bertemu kami. Senin baru bisa melihat. Matanya sakit kalau dibuka. Dadanya juga perih, sesak napas, tenggorokannya perih. Itu beberapa contoh informasi yang kami dapat," ujar Anam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lesti Kejora Bakal Kembali Jalani Pemeriksaan, Polisi: Nanti Kami Jadwalkan

Lesti Kejora Bakal Kembali Jalani Pemeriksaan, Polisi: Nanti Kami Jadwalkan

Ranah | Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:03 WIB

Erick Thohir saat bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu 5 Oktober 2022

Erick Thohir saat bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu 5 Oktober 2022

Tangsel | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:53 WIB

Kirim Ungkapan Duka Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Raja Charles: Saya Sangat Sedih

Kirim Ungkapan Duka Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Raja Charles: Saya Sangat Sedih

Lifestyle | Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Kamis Sore Ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo Akan Mengumumkan Tersangka Dalam Perkara Tragedi Kanjuruhan

Kamis Sore Ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo Akan Mengumumkan Tersangka Dalam Perkara Tragedi Kanjuruhan

Tangsel | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:39 WIB

Ditanya Siapa yang Harus Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan? Jokowi Diam, Menpora Garuk-garuk

Ditanya Siapa yang Harus Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan? Jokowi Diam, Menpora Garuk-garuk

News | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:38 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×