TANTRUM - Kementerian BUMN akan mendorong beberapa aksi korporasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Langkah ini, untuk memperkuat kinerja bank syariah terbesar di Tanah Air.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pemerintah saat ini memang sedang membicarakan struktur kepemilikan emiten berkode saham BRIS tersebut.
"Nantinya Bank Mandiri akan meningkatkan kepemilikan jadi super majority," ujarnya.
Selain itu, akan memberikan saham merah putih kepada BSI. Sehingga, selain anak usaha dari Bank Mandiri, BSI memang jadi anak BUMN yang memiliki saham merah putih.
Kementerian BUMN, kata ia, memiliki hak memberikan keputusan atas kebijakan strategis BSI di masa datang.
Terkait perubahan struktur kepemilikan saham tersebut, Tiko menekankan akan dilakukan setelah aksi korporasi rights issue BSI senilai Rp 5 triliun bahkan lebih, yang rencananya akan dilaksanakan pada triwulan III 2022.
Sebelumnya pada 13 Mei lalu BSI pun telah resmi membuka Representative Office BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai realisasi program BUMN Go Global. Langkah tersebut merupakan langkah awal menghubungkan perbankan dan keuangan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah dunia selain juga memperdalam penetrasi ekspor ke Afrika dan negara-negara Arab.
Sejumlah aksi korporasi yang akan dilakukan BSI, bagian upaya mewujudkan misi BSI menjadi Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.