Cara ketiga adalah selalu sebutkan nama kegiatannya setiap kali pergantian waktu. Misalnya dengan menunjukkan gambar jadwal yang terpasang di dinding.
Contohnya dengan mengatakan "Karena kamu sudah selesai mandi, sekarang kita bisa sarapan deh”.
Untuk cara keempat bisa dilakukan agenda rutin (daily routine) dengan konsisten, baik urutannya maupun durasinya. Agar anak tidak bosan, cara kelima yang dilakukan oleh orang tua yaitu memvariasikan kegiatannya.
"Namun jangan mengubah urutannya. Misalnya jika kita sudah menentukan setelah mandi, anak bisa makan, baru bermain. Maka berikan pilihan yang berbeda-beda saat bermain. Misalnya hari ini bermain peran, besok bermain play dough, hari berikutnya boleh bermain bola. Tetapi harus diingat, bermain tetap dilakukan setelah anak selesai makan," jelas Nuri.
Untuk anak-anak yang lebih besar yang sudah mengenal huruf, cara lainnya dapat diberikan jadwal harian dalam bentuk tulisan dan kombinasi gambar, dan mengajak anak ikut menyusun jadwal mereka.
Apabila ada perubahan jadwal yang tiba-tiba, cara selanjutnya segera informasikan ke anak mengapa jadwalnya berubah dan katakan bahwa besok akan kembali lagi seperti semula.
Jika memang sudah ada rencana kegiatan lain dari jauh-jauh hari, anak bisa diberi tahu sejak beberapa hari sebelumnya.
Terakhir, kalau ibu bekerja maka bisa maksimalkan di morning activity.
"Selalu bangun 15-30 menit lebih awal agar bisa menyiapkan segala sesuatu sebelum anak sekolah, misalnya mandi lebih dulu, menyiapkan air hangat untuk anak mandi, sarapan, seragam, dan sebagainya. Sarapan bersama dan mengantar anak ke sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk ngobrol dengan anak," kata Nuri.