Indonesia Perlu Sistem Layanan Respon Kedaruratan Terpadu

Tantrum

Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:08 WIB
Indonesia Perlu Sistem Layanan Respon Kedaruratan Terpadu
Caleb Oquendopexels

TANTRUM - Sistem layanan respon kedaruratan terintegrasi dalam satu nomor tunggal diperlukan di Indonesia

Pasalnya saat ini pusat layanan respon kedaruratan yang ada, setiap instansi di daerah memiliki masing - masing nomor pelayanan serupa yang bisa dihubungi.

Menurut Kepala Tim Code Blue Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Gezy Weita, nantinya pusat layanan respon kedaruratan yang diperlukan tidak hanya menangani soal penanganan kesehatan. 

Tetapi kata Gezy, bisa pula menerima panggilan kedaruratan soal kecelakaan rumah tangga, kejadian teror dan bencana alam.

"Pokoknya kalau terjadi sesuatu, dia langsung telepon hanya satu nomor. Mau itu polisi, pemadam kebakaran apa tapi di satu komando dan nanti operator yang akan berpikir," ujar Gezy ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.

Gezy menuturkan posisi operator dalam layanan darurat terpadu ini akan meneruskan laporan ke polisi, layanan ambulan atau markas tentara.

Contohnya jika terjadi kejadian gangguan kesehatan atau kecelakaan lalu lintas, operator layanan darurat terpadu ini akan menelepon rumah sakit terdekat lokasi kejadian.

"Kalau operator kan tahu kalau yang kosong ambulan rumah sakit adalah ini. Jarak ambulan kesitu berapa menit, jadi dia itu ada sistem gitu," kata Gezy. 

Gezy mengatakan pusat layanan respon kedaruratan kemungkinan belum dianggap penting keberadaannya kini, meski di Indonesia acap kali terjadi bencana yang murni dipicu oleh alam.

Gezy menuturkan sebagai lembaga paling akhir menangani korban kegawatdaruratan, menghimbau publik dapat berpartisipasi dalam proses penanganannya.

Guna partisipasi publik itu kata Gezy, untuk mengetahui kondisi terkini serta lokasi yang harus ditangani. 

Alasannya, setiap kasus kegawatdaruratan berbeda dalam penanganannya dan itu dapat terlaksana apabila pusat layanan respon kedaruratan sistemnya terpadu.

"Pernah saya ditelepon untuk menangani pasien, tapi si pasiennya ada dibawah jurang. Saya sudah datang bersama ambulan, ya diam tidak bisa menolong karena pasiennya harus ada yang menolong ke bawah," sebut Gezy. 

Gezy mengakui untuk menciptakan sistem pusat layanan respon kedaruratan dibutuhkan perencanaan yang matang dan dana yang tidak sedikit. Tetapi dapat diakali dengan adanya satu daerah yang menjadi percontohan.

Untuk daerah dengan status metropolitan kemungkinan besar tidak akan bisa dilakukan seperti di DKI Jakarta. Tetapi untuk Bandung, kemungkinan dapat dilakukan secara bertahap.

"Memuculkan awareness seperti itu, saya enggak tahu bagaimana caranya. Kenapa orang Indonesia atau pemerintah, belum aware bahwa ini tuh masalah," ucap Gezy. 

Gezy menerangkan sebagian besar orang Indonesia jika sakit jarang menelepon layanan ambulan. 

Itu karena terdapat anggapan layanan ambulan hampir serupa dengan menggunakan kendaraan lain saat menuju fasilitas kesehatan.

"Tapi pakai kendaraan umum atau sewa, karena kalau pakai ambulan banyak yang menghalangi meski punya sirine," jelas Gezy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:51 WIB

Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang

Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:40 WIB

Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI

Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:40 WIB

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:22 WIB

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:16 WIB

Menjemput Harapan di Balik Layar Lebar: Cara CGV Hibur Anak-Anak Pejuang Penyakit Kritis

Menjemput Harapan di Balik Layar Lebar: Cara CGV Hibur Anak-Anak Pejuang Penyakit Kritis

Entertainment | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:03 WIB

Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026

Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:50 WIB

Xian Sukses Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional dan Kongres XIV 2026

Xian Sukses Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional dan Kongres XIV 2026

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:44 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Nasib Garuda Indonesia Ditentukan, Pegang Saham Pelita Air

Nasib Garuda Indonesia Ditentukan, Pegang Saham Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:21 WIB

Terkini

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

×