“Pada anak, kegemukan dan obesitas juga dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang sangat merugikan kualitas hidup anak. Seperti gangguan pertumbuhan tungkai kaki, gangguan tidur (sleep apnea) dan gangguan pernapasan lain,” ujar Ita.
Anak-anak dengan kegemukan juga dapat mengalami kesulitan gerak dan terganggu pertumbuhannya. Itu karrena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang.
Pada aspek psikologis, kegemukan juga berdampak pada menurunnya kepercayaan diri anak, terlebih jika diejek oleh teman-temannya.
Beberapa cara menghindarkan anak dari obesitas ucap Ita, yaitu dengan cara pemilihan makanan atau minuman yang baik dan benar.
Mengurangi mengonsumsi makanan cepat saji, makanan ringan dalam kemasan, minuman ringan, cemilan manis atau makanan yang mengandung tinggi lemak.
“Sajikan makanan dengan gizi seimbang dengan bahan makanan segar seperti: makanan pokok (nasi putih/merah atau karbohidrat lain), lauk hewani (daging sapi, ayam, telur, ikan), lauk nabati (tempe, tahu, kacang merah, kacang hijau dan kacang-kacangan lain), sayuran segar (sayuran hijau, sayuran berwarna),” jelas Ita.
Memperbanyak konsumsi buah segar dan susu, dapat menjadi salah satu cara menghindari kegemukan bayi atau anak. Berikan porsi sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan golongan umur dan jangan berlebihan.
Jangan lupa pula lanjut Ita, membiasakan sarapan. Sarapan merupakan awal baik untuk anak saat memulai hari.
Ini bermanfaat agar anak kuat melakukan aktivitas dan menghindari makan berlebihan setelahnya.
“Cara pengelolaan makan sangat berpengaruh juga harus diperhatikan. Hindari terlalu banyak menggoreng makanan agar tidak terlalu banyak lemak yang dikonsumsi,” terang Ita.
Ita menuturkan orang tua harus membiasakan bayi atau anak makan di meja makan dan tidak sambil mengerjakan yang lain.
Makan sambil bermain gawai atau nonton tv membuat orang tidak menyadari sudah berapa banyak makanan yang disantapnya.
Lakukanlah aktifitas fisik secara rutin setidaknya 30 menit perhari, tiga kali dalam seminggu.
Jika anak kita sudah masuk kedalam kategori kegemukan atau obesitas, segera evaluasi kebiasaan makan dan aktivitas anak.
“Disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi sedentary life. Jika dibutuhkan, segera lakukan konseling gizi untuk mendapatkan edukasi mengenai asupan makan anak. Edukasi gizi bertujuan untuk mendorong perilaku yang positif terkait dengan makanan dan gizi,” ucap Ita.