Ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, insulin dan glukosa akan menumpuk di dalam darah dan dapat merangsang terjadinya peradangan.
Puasa yang dilakukan memungkinkan tubuh untuk beristirahat.
"Dengan berpuasa, tidak ada makanan untuk dicerna dan tubuh menggunakan semua simpanan gulanya. Menyebabkan penurunan kadar insulin, memungkinkan tubuh untuk mengembalikan kepekaan terhadap insulin," ujar Dewi.
Puasa sejak fajar hingga matahari terbenam selama 30 hari juga mampu menginduksi protein pengatur utama perbaikan DNA dan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu meningkatkan regulasi protein protektif terhadap penyakit alzheimer dan gangguan neuropsikiatri.