Gagal Mendeteksi Depresi, Banyaknya Kasus Berujung Bunuh Diri

Tantrum | Suara.com

Selasa, 07 Juni 2022 | 12:17 WIB
Gagal Mendeteksi Depresi, Banyaknya Kasus Berujung Bunuh Diri
Kat Smith/Pexels

TANTRUM - Kasus bunuh diri akibat depresi atau stres berlebih menjadi peristiwa yang kerap terjadi sekarang ini.

Masalahnya adalah kurangnya deteksi awal gejala depresi dari seseorang ataupun keluarga maupun lingkungan sekitar.

Banyak anggapan jika melakukan konsultasi ke dokter jiwa atau pun psikolog, hal itu dianggap berlebihan atau istilah sekarang lebay.

Atas alasan itulah masalah depresi atau kesehatan mental bukanlah merupakan hal yang bisa dikesampingkan saat ini. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita dari masalah ini sudah cukup besar.

"Jumlah warga negara Indonesia yang terkena depresi yang berujung dengan bunuh diri yaitu sebanyak 6,1 persen atau setara dengan 11 juta orang. Angka itu untuk prevalensi warga negara berusia 15 tahun keatas," ujar Teddy Hidayat, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia ditulis Bandung, Selasa, 7 Juni 2022.

Hasil itu merupakan riset kesehatan dasar (riskesdas) Kementerian Kesehatan pada tahun 2018. Sedangkan untuk penderita serupa di Jawa Barat mencapai lebih dari 2 juta orang. 

Sayangnya yang diobati hanya sebesar sembilan persen dan 91 persen lagi belum tertangani dengan baik.

“Dan masalahnya korban yang bunuh diri itu, biasanya dalam satu bulan terakhir dia sudah datang ke fasilitas kesehatan dan diperiksa oleh dokter. Tapi fasilitas kesehatan gagal untuk mendeteksinya, stres atau depresi yang mengakibatkan dia bunuh diri. Padahal dia sudah datang (ke fasilitas kesehatan). Mestinya tersaring terdeteksi dari situ,” kata Teddy.

Teddy menjelaskan gagalnya petugas medis di pusat kesehatan dalam mendeteksi seseorang terkena depresi, akibat minimnya fasilitas kejiwaan di puskesmas atau rumah sakit. 

Salah satu contohnya di Kota Bandung, sebut Teddy, dapat dihitung dengan jari yang memiliki fasilitas pemeriksaan untuk gangguan kejiwaan.

"Kemungkinan lainnya yang menyebabkan jumlah penderita gangguan jiwa membludak, kurangnya keilmuan petugas medis, atau ketiadaan obat untuk kasus serupa. Sedangkan untuk jumlah ahli kejiwaan seperti dokter jiwa, tidak bisa melayani keseluruhan jumlah warga yang terkena gangguan kejiwaan," terang Teddy.

Teddy menerangkan pada masa tahun '90-an, dokter psikiater itu berkeliling sebulan sekali ke puskesmas dan rumah sakit di Jawa Barat. 

Tetapi tidak bisa menurunkan angka penderita gangguan jiwa. Sekarang diubah, setiap kabupaten dan kota terdapat psikiater dan rumah sakitnya. 

"Ini pun yang dilayani terbatas, paling seorang psikiater hanya bisa melayani 50 pasien per hari,” ungkap Teddy.

Padahal di Jawa Barat saja terdapat 70 ribu pasien untuk jenis orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Teddy menerangkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Viral! Gadis 12 Tahun Tewas Bunuh Diri Korban Cyberbullying, Sang Ibu Ungkap Fakta Miris

Viral! Gadis 12 Tahun Tewas Bunuh Diri Korban Cyberbullying, Sang Ibu Ungkap Fakta Miris

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:14 WIB

Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:31 WIB

Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap

Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:00 WIB

Geger Seorang Pria Tewas Terjatuh dari Lantai Tiga PIM 2, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

Geger Seorang Pria Tewas Terjatuh dari Lantai Tiga PIM 2, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 19:55 WIB

Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind

Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:31 WIB

Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror

Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror

Entertainment | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:44 WIB

Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah

Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah

News | Senin, 16 Februari 2026 | 14:59 WIB

Chat Anak Bunuh Diri di Demak dengan Ibunya Tersebar, Dikhawatirkan Menular

Chat Anak Bunuh Diri di Demak dengan Ibunya Tersebar, Dikhawatirkan Menular

Entertainment | Senin, 16 Februari 2026 | 10:20 WIB

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:07 WIB

Terkini

Jadwal MotoGP Amerika 2026: Akankah Marc Marquez Menang Lagi di COTA?

Jadwal MotoGP Amerika 2026: Akankah Marc Marquez Menang Lagi di COTA?

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:49 WIB

Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur

Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur

Jabar | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:47 WIB

Pesepak Bola Ditembak Mati di Pinggir Jalan: Posisi Penyerang, Usia 20 Tahun

Pesepak Bola Ditembak Mati di Pinggir Jalan: Posisi Penyerang, Usia 20 Tahun

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:45 WIB

Tinggalkan Jellyfish, Kim Sejeong Resmi Gabung Agensi Aktor Lee Byung Hun

Tinggalkan Jellyfish, Kim Sejeong Resmi Gabung Agensi Aktor Lee Byung Hun

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:45 WIB

Niat Kejar Bola ke Tengah Laut, Pemuda Asal Tapos Depok Hilang di Pulo Manuk Banten

Niat Kejar Bola ke Tengah Laut, Pemuda Asal Tapos Depok Hilang di Pulo Manuk Banten

Banten | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:44 WIB

Dari Jalanan ke Galeri: Pameran Street Art Tidak Ada Makan Siang Hari Ini di EDSU House

Dari Jalanan ke Galeri: Pameran Street Art Tidak Ada Makan Siang Hari Ini di EDSU House

Video | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:43 WIB

ASN Bakal Kerja dari Rumah, Benarkah Bakal Menghemat BBM?

ASN Bakal Kerja dari Rumah, Benarkah Bakal Menghemat BBM?

Sulsel | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:41 WIB

Tak Jauh dari Indonesia, Negara Ini Mulai Irit BBM Hingga Nyatakan Darurat Energi

Tak Jauh dari Indonesia, Negara Ini Mulai Irit BBM Hingga Nyatakan Darurat Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:41 WIB

Ngeri! Uang Kurang Beli Miras, Pemuda Warudoyong Tewas Dikeroyok dengan Usus Terburai

Ngeri! Uang Kurang Beli Miras, Pemuda Warudoyong Tewas Dikeroyok dengan Usus Terburai

Jabar | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:36 WIB

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:33 WIB