TANTRUM - Indonesia diharapkan menjadi hub produksi vaksin dunia dengan mendorong perusahaan farmasi pelat merah PT Bio Farma (Persero) untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan terus melakukan inovasi baik itu kerja sama di dalam negeri ataupun anak Indonesia yang sekarang sedang berkarir di luar negeri atau sekolah di luar negeri untuk bisa meningkatkan teknologi akan Indonesia tidak terus tertinggal dari negara lain.
Ia menegaskan, pandemi COVID-19 telah mengajarkan pentingnya membangun kedaulatan kesehatan masyarakat. Indonesia jangan menjadi fakir dalam penemuan sains ataupun industri kesehatan secara menyeluruh.
"Karena itu Kementerian BUMN mendorong transformasi hingga meningkatkan fasilitas dan teknologi pada perusahaan farmasi pelat merah," katanya.
Ia memaparkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti BPOM dan universitas akan membuat Indonesia tidak terus bergantung dengan negara lain.
"Kita membuktikan bisa bekerja sama dan memberikan solusi terbaik untuk bangsa dan negara," kata Erick.
Vaksin BUMN kolaborasi PT Bio Farma, Baylor College of Medicine, dan Eijkman menggunakan plaftorm protein rekombinan sub-unit, memasuki uji klinis tahap akhir.
"Pengembangan Vaksin BUMN yang pertama di Indonesia merupakan karya anak bangsa dalam pengembangan praklinik hingga fase terakhir atau ketiga ini. Kami sudah beri izin dan sudah memenuhi tahapan cara uji klinis yang baik," kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito dalam konferensi pers Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin BUMN secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis, (6/9).