TANTRUM - Produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dijanjikan bisa masuk ke toko swalayan atau ritel di Kota Bandung. Para pengusaha ritel pun diharapkan mau menerima produk mereka.
Untuk itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) memfasilitasi 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan penawaran promosi ke delapan toko swalayan di Kantor Disdagin Kota Bandung. Delapan toko swalayan tersebut yaitu Yogya, Yomart, Superindo, Alfamart, Indomaret, Lotte Grosir, Transmart, dan Borma.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah menyampaikan, penawaran ini akan dibagi menjadi tiga tahap. Masing-masing tahap diberi waktu 1 jam untuk presentasi ke delapan toko swalayan.
“Tahap pertama untuk 18 UMKM. Mereka diberi waktu 1 jam per tahap untuk melakukan pitching atau penawaran,” ujar Elly, dikutip dari humas Bandung, Sabtu (16/7/2022).
Ia berhadap, melalui program ini para pengusaha ritel bisa mempromosikan produk kuliner pelaku UMKM Kota Bandung.
Elly juga mengaku jika beberapa produk yang hadir saat ini sudah masuk di Yogya.
“Namun, saya ingin menambah produk pelaku UMKM Kota Bandung di masing-masing ritel. Mungkin yang tadinya cuma 10, bisa ditambah jadi 20,” ucapnya.
Sebanyak 50 produk UMKM ini merupakan hasil kurasi Disdagin Kota Bandung. Beberapa poin yang jadi penilaian antara lain, dari packagingnya, legalisasi, punya nomor induk berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, dan punya ujin mutu.
“Semua produk yang datang hari ini merupakan jenis kuliner. Untuk fashion dan craft kita arahkan ke mall.
Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Insecure terhadap Karya Sendiri, Jangan Minder!
Sampai saat ini sudah lebih dari 100 UMKM yang terfasilitasi di toko-toko swalayan.
Elly mengatakan, Disdagin harus terus hadir untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan perekonomian.
“Bagi para UMKM yang belum masuk ke toko ritel atau swalayan, secara bertahap akan kami tawarkan kembali program ini,” tuturnya.
Salah satu peserta yang hadir dalam program ini adalah Patria. Ia membawa tas ransel besar berisi produk makanan ringan yang ia produksi sendiri dengan merek “Tempe Krezi”.
“Ini makanan ringan berupa keripik tempe. Sudah dari 2018 saya menjalankan usaha ini. Sudah dua tahun ini produk saya masuk ke beberapa swalayan juga, seperti Transmart Carrefour dan Yogya. Di Jakarta juga ada beberapa,” aku Patria.
Ia menjelaskan, biasanya dia menjual tiga dus ke tiap toko. Satu dus terdiri 30 pcs. Dalam sebulan, Patria mengaku minimal satu dus produknya bisa laku terjual.