Benarkan Pria Berisiko Meninggal Dunia Lebih Dulu Daripada Wanita?

Tantrum Suara.Com
Kamis, 28 Juli 2022 | 21:03 WIB
Benarkan Pria Berisiko Meninggal Dunia Lebih Dulu Daripada Wanita?
Ilustrasi. Benarkan Pria Berisiko Meninggal Dunia Lebih Dulu Daripada Wanita. ((freepik.com) / arthurhidden))

TANTRUM – Kematian akan datang kepada siapa saja. Namun benarkah pria berisiko meninggal lebih awal daripada wanita? Sebuah penelitian terbaru berusaha menjawabnya.

Penelitian yang dikutip dari Suara.com, Kamis (28/7/2022), disebutkan bahwa hilangnya kromosom seks (Y) pria seiring bertambahnya usia ini menyebabkan otot jantung mereka terluka dan berisiko menyebabkan gagal jantung mematikan.

Hilangnya kromosom tersebut diduga menyebabkan pria berisiko meninggal dunia lebih awal dibandingkan wanita. Sebab, pria yang kehilangan kromosom Y meninggal pada usia yang lebih muda dan menderita kondisi yang berkaitan dengan usia, seperti penyakit kardiovaskular dan alzheimer.

Peneliti kesehatan Kenneth Walsh dari University of Virginia (UVA) memimpin studi baru, yang juga menunjukkan bahwa pria yang kehilangan kromosom Y bisa mencoba pengobatan dengan obat pirfenidone, yang terlah disetujui FDA untuk mengobati penyakit paru idiopatik fibrosis.

Penelitian menyatakan, bila wanita memiliki dua kromosom X, pria memiliki kromosom X dan Y. Tapi seiring bertambahnya usia, banyak pria yang kehilangan kromosom Y di sebagian kecil sel seiring bertambahnya usia, terutama perokok.

Kehilangan kromosom Y terjadi terutama pada sel darah dan sel lain yang mengalami pergantian cepat.

Tapi, ilangnya kromosom Y tidak terjadi pada sel reproduksi pria, sifat tersebut tidak diturunkan secara genetik.

Studi ini menemukan bahwa pria yang kehilangan kromosom Y dapat merespon dengan cukup baik terhadap pirfenidone dan obat antifibrotik lainnya yang sedang dikembangkan.

"Kromosom Y hilang dalam sel-sel yang mengalami pembelahan sel dengan cepat, seperti sel-sel kekebalan dalam darah," kata Walsh dikutip dari News Week.

Baca Juga: Cerita UMKM Bali: Terpuruk Karena Pandemi, Bangkit Berkat Go Digital

Perubahan genetik ini (kehilangan kromosom Y) mengubah fungsi sel-sel kekebalan, yang menyebabkan penyakit kronis dan memperpendek usia harapan hidup.

Penelitian baru Walsh mungkin yang pertama menunjukkan bahwa kehilangan kromosom secara langsung menyebabkan efek berbahaya pada kesehatan pria.

Dengan melakukan analisis data dari bank data Biobank Inggris, para peneliti menemukan bahwa hilangnya kromosom Y dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan gagal jantung pada pria.

Semakin banyak kromosom yang hilang, maka semakin meningkat pula risiko kematian pria. Bahkan, penelitian ini juga mempelajari faktor risiko lain yang berkontribusi pada penyakit kardiovaskular, seperti kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI