Lapisan Ozon Bakal Melemah akibat Erupsi Gunung Berapi Ini

Tantrum | Suara.com

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 14:47 WIB
Lapisan Ozon Bakal Melemah akibat Erupsi Gunung Berapi Ini
Gunung api Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga. (Telset)

TANTRUM - Letusan dahsyat gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga pada 15 Januari 2022, 'menyuntikkan' jumlah air yang belum pernah terjadi sebelumnya langsung ke stratosfer, setara lebih dari 58.000 kolam renang ukuran Olimpic.

Erupsi gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai melepaskan 'air aneh' dalam jumlah cukup untuk mengisi lebih dari 58.000 kolam renang ukuran Olimpiade.

“Jujur, kami belum pernah melihat fenomena yang seperti itu,” terang Luis Millán, seorang ilmuwan atmosfer yang bekerja di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Ketika gunung berapi meletus, air laut bersentuhan langsung dengan lahar dan menjadi sangat panas. Kondis tersebut kemudian menciptakan 'uap eksplosif'.

Dilansir New York Post dicuplik dari Telset, Sabtu, 6 Agustus 2022, ilmuwan NASA mengatakan, uap itu akan bertahan selama bertahun-tahun dan  kemungkinan memengaruhi suhu rata-rata global Bumi.

Biasanya uap membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun untuk menghilang. Namun, air dari letusan 15 Januari 2022 bisa memakan waktu 5-10 tahun untuk menguap.

Hunga Tonga-Hunga Ha’apai mungkin erupsi gunung berapi pertama berdampak kepada iklim, bukan lewat pendinginan permukaan disebabkan aerosol sulfat vulkanik.

“Berdampak kepada iklim bukan lewat pendinginan permukaan disebabkan aerosol sulfat vulkanik, melainkan pemanasan permukaan,” demikian hipotesis Millán.

Millán memimpin penelitian jumlah uap air yang disuntikkan gunung berapi ke stratosfer, lapisan atmosfer sekitar 12-53 kilometer di atas permukaan Bumi.

Millán dan rekan menemukan bahwa gunung berapi Tonga mengirimkan sekitar 146 tetragram (1 tetragram sama dengan satu triliun gram) uap air ke stratosfer Bumi.

Jumlah air yang diluncurkan di stratosfer sama dengan 10 persen dari air yang sudah ada di lapisan atmosfer. Penelitian mereka dipublikasikan di Geophysical Research Letters.

Letusan itu berasal dari gunung berapi yang lebarnya lebih dari 12 mil. Sehari sebelum letusan besar, gunung berapi itu terus meletus.

Millán dan rekan melaporkan bahwa gunung berapi Tonga mengirimkan material berupa gumpalan abu, uap, dan gas selebar 3 mil yang naik ke ketinggian 35 mil ke atmosfer.

Para peneliti juga mencatat bagaimana uap air dapat melemahkan lapisan ozon yang melindungi seluruh kehidupan di Bumi dari radiasi Matahari yang bersifat merusak.

Penulis mengatakan, masih terlalu dini untuk memprediksi efek iklim yang tepat dari letusan Tonga. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bumi Berpotensi Dihantam Badai Matahari Akhir Pekan Ini

Bumi Berpotensi Dihantam Badai Matahari Akhir Pekan Ini

Tekno | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 10:51 WIB

Badan Geologi: 9 Gunung Api Erupsi di Paruh Pertama 2022

Badan Geologi: 9 Gunung Api Erupsi di Paruh Pertama 2022

Tekno | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 20:34 WIB

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Banten, Ini Penjelasan BMKG

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Banten, Ini Penjelasan BMKG

| Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:18 WIB

Terkini

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:43 WIB

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:22 WIB

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

Sumut | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:21 WIB

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Kalbar | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:02 WIB

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:00 WIB

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:43 WIB

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:34 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Jatim | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:14 WIB

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:05 WIB

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:03 WIB