Angka Kematian Akibat COVID-19 Indonesia Naik

Tantrum Suara.Com
Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:16 WIB
Angka Kematian Akibat COVID-19 Indonesia Naik
Ilustrasi pandemi corona. (Pixabay)

TANTRUM - Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 selama periode 12-18 Agustus, angka kasus kematian Covid-19 mencapai 146 kasus, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yakni 11 kasus. 

Bahkan, angka kematian berada di atas 20 kasus terjadi tiga kali dalam sepekan terakhir. Pandemi Covid-19 masih ada dan tidak boleh dianggap sepele.

Infeksi virus Corona penyebab Covid-19 bisa menimbulkan beragam gejala. tak hanya sekedar batuk dan pilek semata. 

Selain gejala Covid-19, tenggorokan sakit juga bisa terjadi karena penyakit lain seperti radang.

Pada saat ini, tidak diketahui secara pasti kapan tepatnya sakit tenggorokan terjadi selama infeksi. 

Pada penyakit pernapasan lainnya, seperti flu biasa, sakit tenggorokan sering kali merupakan gejala awal.

Namun berdasarkan gejala, sebenarnya sulit untuk membedakan antara flu biasa dan Covid-19 terutama varian Omicron. 

"Pilek biasa dan Omicron, dalam pandangan saya, tidak mungkin untuk dibedakan," kata Eskild Petersen dari Aarhus University Hospital di Denmark, dicuplik dari CNBC, Selasa, 23 Agustus 2022.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan ada perbedaan Omicron dengan batuk dan pilek biasa. 

Baca Juga: Kamu Mesti Paham, 5 Cara Menghadapi Teman Kerja yang Toksik dan Ingin Menjatuhkan

Dia mengatakan gejala varian Covid-19 itu adalah hidung tersumbat, batuk, nyeri tenggorokan terutama tenggorokan gatal.

"Namun jarang flu itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan sebagian besar gejala klinis bersifat ringan bahkan tidak bergejala. Omicron juga sangat berbeda dengan varian Delta.

Studi HKUMed Hong Kong mengatakan omicron memiliki laju infeksi dan replikasi (berkembang biak) di saluran pernapasan atau bronkus sebanyak 70 kali lebih tinggi dari varian Delta dan varian awal. 

Erlina mengatakan ini yang membuat gejala Omicron kebanyakan terkait dengan saluran napas.

"Ini lah kenapa gejala-gejala Omicron itu banyaknya berurusan dengan saluran napas. Apa itu, batuk, nyeri tenggorok, gatal di tenggorok, kemudian hidung tersumbat, pilek atau rinore," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI