tantrum

Mengancam Kesehatan, 9 Dampak Kelebihan Lemak

Tantrum Suara.Com
Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:17 WIB
Mengancam Kesehatan, 9 Dampak Kelebihan Lemak
Ilustrasi mengukur lemak perut. (Pixabay//BrunoGermany)

TANTRUM - Lemak memang salah satu jenis nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh dan menunjang pertumbuhan. Namun, kelebihan lemak atau berat badan justru bisa membawa dampak buruk untuk kesehatan

Obesitas atau kondisi berat badan berlebih diteliti kerap meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga kanker.

Naiknya berat badan terjadi karena konsumsi kalori berlebih terutama dari makanan berlemak dan manis, serta kurangnya aktivitas fisik. Kelebihan kalori akhirnya disimpan oleh tubuh dan lama-kelamaan akan tertimbun menjadi lemak.

Pikir ulang sebelum kalap mengonsumsi makanan berlemak, berikut ini sembilan dampak buruk akibat kelebihan lemak bagi kesehatan:

1. Diabetes Tipe 2

Dampak kelebihan lemak yang paling mungkin terjadi adalah diabetes tipe 2. Penyakit ini terjadi karena sel-sel lemak yang tersimpan mengeluarkan hormon dan zat lain yang memicu inflamasi atau peradangan. 

Dalam kondisi tertentu, proses inflamasi membantu proses penyembuhan. Jika tidak tepat, proses inflamasi justru bisa menimbulkan masalah kesehatan. 

Inflamasi bisa membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin, serta mengubah cara tubuh memetabolisme lemak dan karbohidrat. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat sehingga memicu terjadinya diabetes.     

2. Penyakit Kardiovaskular 

Baca Juga: Petani Milenial Diminta Jangan Mau Kalah Dengan Petani Kolonial

Penyakit kardiovaskular juga dapat terpicu akibat kelebihan lemak pada tubuh. Karena, Body Mass Index (BMI) yang bertambah bisa membuat tekanan darah, kolesterol jahat, trigliserida, gula darah, dan inflamasi meningkat. 

Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. 

3. Kanker 

American Institute for Cancer Research mengungkapkan, terdapat hubungan kuat antara berat badan berlebih (obesitas) dan penyakit kanker. 

Beberapa jenis kanker yang mungkin terjadi pada orang obesitas antara lain kanker kerongkongan, kanker pankreas, kanker usus besar, kanker payudara, kanker endometrium, dan kanker ginjal. 

Namun, kanker tersebut dinilai bukanlah penyakit tunggal. Umumnya mereka yang mengalami obesitas juga memiliki penyakit bawaan, yang pada akhirnya juga rentan terkena kanker.

4. Mudah Depresi 

Orang yang memiliki berat badan berlebih akibat kelebihan lemak lebih mungkin mengalami depresi dibanding orang dengan berat badan normal. 

Kondisi ini terjadi akibat aktivitas inflamasi di dalam tubuh, perubahan sekresi (pengeluaran) kortisol atau hormon stres, resistensi insulin, dan tekanan sosial. Faktor-faktor ini dapat membuat orang yang memiliki banyak lemak tubuh lebih mudah depresi. 

5. Mengganggu Proses Reproduksi 

Dampak kelebihan lemak juga bisa terjadi pada sistem reproduksi, termasuk kehamilan dan penurunan kualitas aktivitas seksual. 

Selama kehamilan, ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih sangat rentan mengalami keguguran dini hingga komplikasi selama persalinan. Pada pria, obesitas menyebabkan turunnya kualitas sperma. 

Akibat kelebihan lemak lainnya adalah menurunkan aktivitas dan kepuasan seksual selama berhubungan intim. 

6. Penyakit Pernapasan

Fungsi pernapasan juga dapat terganggu akibat kelebihan berat badan. Dua penyakit pernapasan yang sering dikaitkan akibat kelebihan lemak adalah asma dan sleep apnea obstruktif. 

Kedua penyakit tersebut juga nantinya dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, daya tahan tubuh orang yang kelebihan lemak bisa menurun karena tidak cukup istirahat.

7. Risiko Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak, sehingga mengganggu kemampuan berbicara, berpikir, dan aktivitas kognitif lainnya. Umumnya penyakit ini dialami lansia di atas 65 tahun. 

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Obesity Reviews, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami alzheimer. 

8. Masalah Tulang

Kelebihan berat badan juga bisa menyebabkan ketegangan pada tulang, otot, dan sendi. Salah satu contoh penyakit tulang dan sendi yang dapat terjadi akibat kelebihan lemak atau berat badan adalah osteoarthritis, khususnya pada lutut dan pinggul.

Kelebihan berat badan juga bisa menyebabkan nyeri punggung, nyeri tungkai bawah, serta cacat pada tulang, otot, dan sendi. 

9. Risiko Penyakit Berbahaya Lain 

Menurut sejumlah riset yang dipublikasikan Harvard School of Public Health, obesitas juga dianggap bisa memicu beberapa penyakit lain, seperti penyakit batu empedu pada pria dan wanita, penyakit asam urat, penyakit ginjal kronis, serta penyakit hati berlemak non-alkohol. 

Untuk mempertahankan berat badan ideal agar terhindar dari berbagai dampak kelebihan lemak di atas, dr. Alvin Nursalim Sp.PD, menyarankan, “Pastikan kita makan sehat dengan gizi seimbang. Hindari makanan kaya kalori dan gula berlebih. Selain itu, usahakan olahraga rutin untuk pembakaran kalori.” 

Kamu tidak mau, kan, keseharian terganggu gara-gara mengidap penyakit akibat kelebihan lemak di atas? Nah, mulai sekarang #JagaSehatmu dengan menerapkan pola hidup sehat!

source: Klik Dokter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI