Gawatnya Sampah Plastik, Ilmuwan Temukan Mikroplastik Pada Air Susu Ibu

Tantrum

Minggu, 16 Oktober 2022 | 20:43 WIB
Gawatnya Sampah Plastik, Ilmuwan Temukan Mikroplastik Pada Air Susu Ibu
Ilustrasi ibu menyusui ASI air susu ibu ((freepik))

TANTRUM - Sampah plastik menimbulkan bahaya serius. Selain susah terurai secara alamiah, sampah plastik akan berubah menjadi butiran-butiran plastik super kecil, yaitu mikroplastik.

Bahkan ilmuwan di dunia telah menemukan adanya kandungan mikroplastik dalam ASI alias air susu ibu untuk pertama kalinya. Kini peneliti mencari tahu dampak lebih lanjut pada kesehatan bayi.

Bayi sangat rentan terhadap kontaminan kimia dan para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan. Namun ilmuwan menekankan bahwa menyusui tetap penting sebagai cara terbaik untuk memberi makan ntuk bayi.

Penelitian dilakukan pada sampel ASI dari 34 ibu sehat yang baru satu minggu setelah melahirkan di Roma, Italia. Sebanyak 75 persen pada ASI para ibu tersebut terdapat mikroplastik.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Polymers itu menemukan mikroplastik yang terdiri dari polietilen, PVC, dan polipropilen, yang semuanya ditemukan dalam kemasan.

Para peneliti tidak dapat menganalisis partikel yang lebih kecil dari 2 mikron dan partikel plastik yang lebih kecil kemungkinan ada. 

Sampel ASI dikumpulkan, disimpan dan dianalisis tanpa menggunakan plastik dan sampel kontrol juga diproses untuk menyingkirkan kontaminasi.

“Kami ingin menyarankan wanita hamil untuk menghindari makanan dan minuman yang dikemas dalam plastik, kosmetik, dan pasta gigi yang mengandung mikroplastik. Juga pakaian yang terbuat dari kain sintetis," kata ilmuwan Università Politecnica delle Marche, di Ancona, Italia, Dr Valentina Notarstefano, dikutip dari Guardian yang dilansir suara.com.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan efek toksik mikroplastik pada garis sel manusia, hewan laboratorium, dan satwa liar laut. Tetapi dampaknya pada manusia yang masih hidup masih belum diketahui.

baca juga

Mikroplastik Tak Terhindarkan

Plastik sering mengandung bahan kimia berbahaya, seperti ftalat, yang telah ditemukan dalam ASI sebelumnya. 

Para ilmuwan mencatat hal itu akibat konsumsi makanan dan minuman ibu dalam kemasan plastik dan makanan laut, serta penggunaan produk kebersihan pribadi yang mengandung plastik.

Tetapi mereka tidak menemukan itu terhadap korelasi dengan keberadaan mikroplastik. Ini menunjukkan keberadaan mikroplastik ada di setiap lingkungan.

"Membuat paparan manusia tak terhindarkan," kata para peneliti.

Penelitian dengan jumlah responden lebih banyak di masa depan dapat mengidentifikasi faktor risiko tertentu.

Sebelumnya, tim Italia mengidentifikasi adanya mikroplastik dalam plasenta manusia pada tahun 2020.

“Jadi bukti keberadaan mikroplastik dalam ASI meningkatkan kepedulian kami terhadap populasi bayi yang sangat rentan,” kata Notarstefano.

Ia menambahkan bahwa sangat penting untuk menilai cara mengurangi paparan kontaminan selama kehamilan dan menyusui. Tetapi harus ditekankan bahwa manfaat menyusui jauh lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkan oleh mikroplastik yang mencemari.

"Studi seperti kami tidak boleh mengurangi pemberian ASI pada anak-anak, tetapi malah meningkatkan kesadaran publik untuk menekan politisi agar mempromosikan undang-undang yang mengurangi polusi," tegasnya.

Penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa bayi yang diberi susu botol cenderung menelan jutaan mikroplastik setiap harinya. Begitu juga penelitian pada susu sapi dapat mengandung mikroplastik.

Orang mengonsumsi partikel kecil melalui makanan dan air serta menghirupnya. Mikroplastik juga telah ditemukan di kotoran bayi dan orang dewasa.

Untuk diketahui, sejumlah besar sampah plastik dibuang ke lingkungan. Mereka berubah menjadi mikroplastik yang mencemari seluruh planet ini.

Bahkan plastik mencemari puncak gunung tertinggi di dunia, Everest, hingga lautan terdalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bersihkan Sampah Plastik di Indonesia, Pemuda Prancis Ini Diganjar Penghargaan Magsaysay

Bersihkan Sampah Plastik di Indonesia, Pemuda Prancis Ini Diganjar Penghargaan Magsaysay

News | Minggu, 16 Oktober 2022 | 18:34 WIB

Penuhi Asupan Nutrisi Agar Payudara Tetap Padat Tidak Melorot

Penuhi Asupan Nutrisi Agar Payudara Tetap Padat Tidak Melorot

Malang | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:35 WIB

Terkini

Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia

Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia

Bola | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:51 WIB

Rakyat Nunggak Pajak Kena Denda, Apa Sanksi Jika Pemerintah Gagal Kelola?

Rakyat Nunggak Pajak Kena Denda, Apa Sanksi Jika Pemerintah Gagal Kelola?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:50 WIB

PN Jaksel Meluap! Massa Roy Suryo Berkaus 'Telah Mati Penegakan Hukum' Menanti Putusan Praperadilan

PN Jaksel Meluap! Massa Roy Suryo Berkaus 'Telah Mati Penegakan Hukum' Menanti Putusan Praperadilan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:48 WIB

Bukan Cuma Data Kurang, Sekda Bekasi Akui Mental ASN Terguncang

Bukan Cuma Data Kurang, Sekda Bekasi Akui Mental ASN Terguncang

Bekaci | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:45 WIB

10 Sepatu Lari Diadora Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

10 Sepatu Lari Diadora Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:42 WIB

4 Exfoliating Pad Glycolic Acid Solusi Anti Ribet Atasi Bruntusan dan Kusam

4 Exfoliating Pad Glycolic Acid Solusi Anti Ribet Atasi Bruntusan dan Kusam

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:40 WIB

Gagal Masuk SD Negeri? Ini Alasan Mengapa SDIT Bisa Jadi Pilihan Terbaik untuk Si Kecil

Gagal Masuk SD Negeri? Ini Alasan Mengapa SDIT Bisa Jadi Pilihan Terbaik untuk Si Kecil

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:37 WIB

UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional

UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:37 WIB

Sering Dianggap Beban, Mengapa Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?

Sering Dianggap Beban, Mengapa Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:35 WIB

KPK Bongkar Borok MBG, Kepala BGN Nanik S Deyang Malah 'Ngilang' Usai Audiensi

KPK Bongkar Borok MBG, Kepala BGN Nanik S Deyang Malah 'Ngilang' Usai Audiensi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:34 WIB

×