Hyundai Motor Group Bangun Pabrik Baterai Amankan Pasar Mobil Listrik

Tantrum

Sabtu, 17 Desember 2022 | 08:45 WIB
Hyundai Motor Group Bangun Pabrik Baterai Amankan Pasar Mobil Listrik
Hyundai Creta. (suara.com/Budi Warsito)

Hyundai Motor Group berencana mendirikan Hyundai Energy Indonesia. Pembangunan Hyundai Energy Indonesia direncanakan dimulai pada semester pertama di tahun 2023.

Hyundai Motor Group berencana untuk memulai produksi massal battery pack pada semester kedua di tahun 2024.

Perusahaan yang akan memproduksi battery pack untuk kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicles (BEV) untuk mengamankan stabilitas pasokan baterai di pasar ASEAN.

Pabrik di Indonesia, akan memproduksi battery pack dan sistem yang akan dioptimalkan untuk model BEV dengan sel baterai yang diproduksi secara lokal dan kemudian dipasok ke model-model BEV yang diproduksi di Indonesia.

Kehadiran Hyundai Energy Indonesia ke depannya akan semakin melengkapi ekosistem elektrifikasi dari Hyundai Motor Group di Indonesia, termasuk pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia yang sudah memproduksi BEV dan juga pabrik sel baterai yang akan datang, hasil kolaborasi bersama LG Energy Solution. Ltd.

Selain itu, saat pabrik sel baterai dan battery pack mulai beroperasi di 2024, bebas pajak ekspor untuk BEV buatan Indonesia ke ASEAN akan sangat memungkinkan dengan mencapai tingkat lokalisasi di Indonesia.

Hadirnya pabrik battery pack tersebut juga memungkinkan Hyundai untuk memperluas pasokan kendaraan listrik Indonesia dan meningkatkan daya saing harga, dengan menyediakan beragam kendaraan listrik kepada pelanggan.

Sejalan dengan itu, saat kendaraan listrik buatan Indonesia yang akan dilengkapi dengan sel baterai dan battery pack yang diproduksi secara lokal, maka pajak barang mewah HEV akan naik dari 6 persen menjadi 10 persen, yang diharapkan akan semakin mempercepat pertumbuhan dari pasar kendaraan listrik.

Rencana awal investasi pabrik di Indonesia akan menjadi batu loncatan untuk memperkuat komitmen Hyundai dalam mendukung produksi BEV di Indonesia yang dimulai dari hulu ke hilir untuk masa depan mobilitas listrik yang lebih luas di masa mendatang.

baca juga

Indonesia dinilai memiliki potensi besar yang dibutuhkan untuk menjadi pemain penting di industri kendaraan listrik global. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara terdepan dalam sumber daya nikel dan kobalt yang merupakan bahan utama baterai BEV.

Indonesia disebut memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksi BEV sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di era elektrifikasi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Larang Uni Eropa Dikte Standar Kemitraan Strategis ASEAN

Presiden Jokowi Larang Uni Eropa Dikte Standar Kemitraan Strategis ASEAN

Your Say | Jum'at, 16 Desember 2022 | 19:51 WIB

Nikel untuk Baterai Kendaraan Listrik Jadi Bagian Hilirisasi dan Ekosistem Pertambangan

Nikel untuk Baterai Kendaraan Listrik Jadi Bagian Hilirisasi dan Ekosistem Pertambangan

Otomotif | Jum'at, 16 Desember 2022 | 15:35 WIB

Subsidi Kendaraan Listrik Jadi Beban Keuangan Negara?

Subsidi Kendaraan Listrik Jadi Beban Keuangan Negara?

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2022 | 13:23 WIB

Terkini

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Perkuat Demokrasi, Prabowo dan PM Narendra Modi Sepakat Kerja Sama KPU RI-India

Perkuat Demokrasi, Prabowo dan PM Narendra Modi Sepakat Kerja Sama KPU RI-India

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN

Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:01 WIB

Pilu Driver Ojol Disabilitas di Medan, Ditabrak Angkot - Motor Dibawa Kabur Maling

Pilu Driver Ojol Disabilitas di Medan, Ditabrak Angkot - Motor Dibawa Kabur Maling

Sumut | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:00 WIB

Hidup Hemat di Era Serba Mahal: Pilihan Bijak atau Pelit pada Diri Sendiri?

Hidup Hemat di Era Serba Mahal: Pilihan Bijak atau Pelit pada Diri Sendiri?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:00 WIB

Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack

Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:00 WIB

Mendikdasmen Kritik Perpustakaan Sekolah yang Hanya Jadi Syarat Akreditasi

Mendikdasmen Kritik Perpustakaan Sekolah yang Hanya Jadi Syarat Akreditasi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:56 WIB

Paradoks Karier: Kenapa Resign Terlihat Begitu Keren di TikTok Tapi Terasa Berat di Dunia Nyata?

Paradoks Karier: Kenapa Resign Terlihat Begitu Keren di TikTok Tapi Terasa Berat di Dunia Nyata?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:55 WIB

Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay, Responsnya Jadi Sorotan

Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay, Responsnya Jadi Sorotan

Bola | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:55 WIB

Pekik Takbir di Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Roy Suryo Tidak Sah

Pekik Takbir di Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Roy Suryo Tidak Sah

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:53 WIB

×