Penelitian: BPA Berpotensi Memicu Kanker Prostat

Tantrum | Suara.com

Rabu, 09 Agustus 2023 | 09:55 WIB
Penelitian: BPA Berpotensi Memicu Kanker Prostat
Ilustrasi Galon Polikarbonat (suara.com)

TANTRUM - Apakah senyawa Bisfenol A (BPA) memiliki kaitan dengan risiko kanker prostat? Jawabnya: Ya, memang terkait. Itulah kesimpulan yang ditarik sebuah penelitian mutakhir di Spanyol, yang  mendalami potensi hubungan antara kadar BPA dan risiko terjadinya kanker prostat.  

Metode penelitian ini melibatkan empat pusat  sub-kohort (grup dengan karakteristik yang sama) dari European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition/EPIC-Spanyol, dengan total partisipan 4.812 peserta (547 kasus kanker payudara, 575 kasus kanker prostat, dan 3.690 peserta sub-kohort). Dalam penelitian ini, waktu pemantauan rata-rata adalah 16,9 tahun. 

“Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan, terjadi peningkatan risiko kanker prostat yang lebih tinggi dengan peningkatan kadar BPA dalam serum,” papar tim peneliti, seperti dikutip dari jurnal Environmental Health. “Kami masih perlu melakukan investigasi lebih lanjut untuk lebih memahami pengaruh BPA terhadap risiko kanker prostat.”

Berdasarkan data, tingkat kanker di seluruh dunia terus meningkat dengan 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker pada 2018. Di Eropa, kanker payudara dan kanker prostat mendominasi masalah kesehatan akibat kanker dengan 13,5% dan 12,6% dari kasus yang baru terdiagnosis 2018. Hal serupa terjadi di Spanyol, dengan 32.536 kasus kanker payudara baru dan 34.394 kasus kanker prostat pada 2019. 

Beberapa faktor risiko kanker yang terkait dengan hormon ini berkaitan dengan gaya hidup seperti pola makan, merokok, berat badan, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik. Namun, karena sifat hormon dari tumor ini, beberapa polutan lingkungan memiliki potensi sebagai karsinogen. 

“Dalam hal ini, Bisphenol A (BPA) dianggap sebagai zat pengganggu endokrin,” papar tim tersebut, sebagaimaan dijelaskan dalam publikasi hasil penelitian mereka yang berjudul “Bisphenol-A exposure and risk of breast and prostate cancer in the Spanish European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition study” (2021). 

BPA diproduksi secara luas untuk pembuatan plastik polisulfon dan polikarbonat, polimer dan resin epoksi, serta kertas termal. Ini adalah salah satu bahan kimia dengan volume produksi tertinggi di dunia hingga 5 juta ton/per tahun secara global. 

Oleh karena itu, keberadaannya dianggap merata di lingkungan dan paparan terhadap manusia terjadi terus-menerus. Akibatnya tak terhindarkan, saat ini BPA telah terdeteksi dalam urin hampir 90% orang dewasa dan anak-anak, serta dalam serum populasi umum, wanita hamil, plasenta, ASI, dan cairan ketuban pada wanita hamil. 

Manusia pun terpapar BPA melalui beberapa jalur: makanan (melalui mulut), pekerjaan (inhalasi), dan kontak dengan bahan, jenis plastik, dan alat medis (melalui kulit). “Namun, jalur utama paparan BPA adalah melalui makanan, karena banyak kemasan makanan seperti kaleng, kotak plastik, dan lain-lain yang  mengandung BPA, dan bahan ini dapat bermigrasi ke dalam makanan,” demikian papar tim peneliti tersebut.

Beberapa waktu lalu, pakar kesehatan mrkt dr Fkult Khtn Mrkt Unvrt Sumatera Utara (USU) Dr. Ir. Evi Mutia, M. K., juga menyebutkan kndungn BPA dalam plastik tak hanya dapat mmu gangguan reproduksi, tapi juga gangguan kanker prostat pada kaum laki-laki.  

“Dmk ngtf BPA b mnggnggu tm reproduksi d r muun wnt, mmngruh frtlt hngg brk trhd kanker prostat d r,” kt Ev, seperti dikutip Antara (22/9).

Hl tu dktkn Evi dlm rhn bertajuk “U Prlndungn Khtn Mrkt Mllu Rgul Plbln Bfnl A (BPA) d AMDK” ng dglr USU brm Bl Br Pngwn Obt dn Mknn (BPOM) Mdn.

"Pr nlt dn kr ntrnnl mngngtkn bhw rk kesehatan ng dtmbulkn lh rn BPA uku bnk. Sehingga rlu krun mngtn," kt ngjr Fkult Khtn Mrkt Unvrt Sumatera Utara (USU) n.

Mengutip situs Info Sehat Fakultas Kedokteran UI, Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikosoema Gondhowiardjo, mengatakan bahwa sebelumnya kanker prostat kebanyakan terjadi pada pria usia 60 tahun ke atas. Namun kemudian, telah terjadi peningkatan terhadap kasus kanker prostat yang terjadi lebih cepat pada pria usia 15–40 tahun.

Di Indonesia, Global Cancer Statistics menunjukkan bahwa kanker prostat adalah kanker kelima yang paling umum terjadi pada pria di Indonesia, dengan jumlah kasus baru sebanyak 13.563 pada tahun 2020, sebagaimana juga dilansir dari data International Agency for Research on Cancer dari World Health Organization (WHO).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Baru Kanker Serviks Terus Meningkat, Cakupan Imunisasi HPV Jadi Skala Nasional Mulai Tahun Ini

Kasus Baru Kanker Serviks Terus Meningkat, Cakupan Imunisasi HPV Jadi Skala Nasional Mulai Tahun Ini

Health | Selasa, 08 Agustus 2023 | 20:55 WIB

Kanker Prostat Mulai Terjadi pada Pria  Muda, Pencegahan Bisa Dilakukan dengan Prostate Health Index

Kanker Prostat Mulai Terjadi pada Pria Muda, Pencegahan Bisa Dilakukan dengan Prostate Health Index

Press Release | Selasa, 08 Agustus 2023 | 18:55 WIB

Terkini

Deretan Statistik Mewah yang Buktikan Arsenal Pantas Juara Liga Inggris

Deretan Statistik Mewah yang Buktikan Arsenal Pantas Juara Liga Inggris

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 10:06 WIB

Sandro Tonali Incaran Utama Carrick di Manchester United Terganjal Harga Selangit Newcastle

Sandro Tonali Incaran Utama Carrick di Manchester United Terganjal Harga Selangit Newcastle

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 10:05 WIB

Kagumi Burgerkill dan DeadSquad, Dubes Swedia Sebut Drummer Metal Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Kagumi Burgerkill dan DeadSquad, Dubes Swedia Sebut Drummer Metal Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Entertainment | Senin, 25 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:55 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:50 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya

Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:47 WIB

Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif

Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif

Kaltim | Senin, 25 Mei 2026 | 09:47 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha

Jatim | Senin, 25 Mei 2026 | 09:47 WIB

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:46 WIB