SuaraTasikmalaya.id – Pembantu Rumah Tangga (PRT) bernama Daryanto alias Kodir yang bekerja di rumah dinas Ferdy Sambo ikut hadir di persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Senin (31/10/2022)
Melalui sidang tersebut, Kodir memberikan keterangannya sebagai kesaksian bagi terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer. Tidak main – main, Kodir sudah bekerja dengan Ferdy Sambo sejak tahun 2010.
Menurut pengakuan dari Ferdy Sambo, PRT Kodir bekerja mengurus rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Artinya, Kodir berada di rumah dinas yang menjadi TKP kejadian pembunuhan Brigadir J pada saat pembunuhan terjadi.
Bahkan PRT Kodir juga mengaku bahwa ia memang berada di tempat kejadian dan ia turut membersihkan bercak darah Brigadir J melalui kesaksiannya di ruang sidang pada Senin (31/10/2022).
Kodir menyatakan bahwa ia mendengar suara senjata api ditembakkan lalu langsung lari ke luar rumah lantaran takut. Kemudian ia bertemu dengan Adzan Romer dan bertanya apa yang telah terjadi terkait suara letusan senjata api tersebut. Namun, Romer tak menjawab.
Lebih lanjut, Kodir berbicara dengan Adzan Romer melalui jaringan telepon dan terdengar suara Ferdy Sambo yang memerintahkan Romer untuk memanggil ambulans. Kodir baru berani masuk ke dalam rumah dinas tempat ia bekerja ketika pukul 20.00 WIB.
"Setelah masuk, apa yang saudara lihat di dalam?", tanya Hakim Wahyu Iman Santosa kepada Kodir.
Jawaban Kodir menjadi salah satu keterangan penting yakni di dalam rumah ada banyak orang dan terdapat bercak darah. Namun tidak ada jasad Brigadir J di dalamnya, ia kemudian menjadi salah satu orang yang membersihkan bercak darah Yosua tersebut.
Bahkan bercak darah yang ada di rumah dinas Duren Tiga ini tidak hanya ada di satu lokasi, namun ada beberapa tempat dengan bercak darah.
Baca Juga: Fakarich Guru Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara, Kasus Investasi Bodong Binomo
"Di depan kamar mandi, bawah tangga itu, sama ruang tengah", ungkap Kodir.
Tak hanya membersihkan bercak darah Brigadir J, ia juga membereskan kamar Putri Candrawathi yang kondisinya saat itu berantakan. (*)
Sumber: Suara.com