"Nah sekarang cerita itu benar atau enggak?" kata hakim lagi bertanya pada Ridwan Soplanit.
"Tidak benar Yang Mulia," kata Ridwan.
Majelis hakim bertanya kembali pada Ridwan Soplanit mengenai peristiwa apa yang sebenarnya terjadi di Duren Tiga.
Ridwan Soplanit lantas menceritakan jika yang terjadi di Duren Tiga bukan peristiwa tembak menembak.
"Yang benar yang mana menurut kamu (Ridwan Soplanit)?" kata majelis hakim bertanya dengan suara tegas.
"Yang kami ikuti saat ini, yang masih kami ikuti," kata Ridwan Soplanit.
"Bahwa memang terjadi, bukannya terjadi peristiwa tembak menembak, tapi peristiwa...," kata Ridwan Soplanit yang terjeda kesaksiannya.
Hakim lantas mengatakan Ridwan Soplanit tidak takut dan sungkan untung mengungkap semuanya.
"Kamu (Ridwan Soplanit) enggak usah sungkan," kata hakim.
"Peristiwa menembak. Yosua (Brigadir J) ditembak, seperti itu," kata Ridwan Soplanit menjawab pertanyaan hakim.
Di sana majelis hakim lantas menanyakan siapa saja yang menembak Brigadir J hingga menyebabkan kematian.
Ridwan Soplanit lagi-lagi mengatakan hal yang di luar dugaan. Dia mengatakan jika yang menembak bukan hanya Bharada E.
"Oleh siapa (Brigadir J ditembak)?" kata hakim bertanya pada Ridwan Soplanit.
"Oleh Bharada E Yang Mulia, dan FS (terdakwa Ferdy Sambo)," kata Ridwan.
"Oleh Bharada E dan FS (Ferdy Sambo)?" kata hakim bertanya lagi.