SuaraTasikmalaya.id- Bekal Ramadhan 2023 tidak cukup sampai memperbanyak shalat dan meningkatkan iman. Terdapat bekal khusus menuju bulan Ramadhan yang perlu kalian ketahui.
Dilansir Suara Tasikmalaya.id dari YouTube Adi Hidayat Official, penceramah sekaligus Direktur Pusat Kajian Islam Quantum Akhar Institute memberitahuan kepada jamaah mengenai esensi dalam niat. Hal ini bisa disampaikan lewat khutbah jum’at sebagai berikut.
Assalamualaikum wr. Wb.
innal hamda lillaah nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa na’uudzu billahi min suruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlilhu falaa haadiya lah. Asyhadu allaa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluh
ittaqullah, haqqatuqootih, walaa tamutunna illa waangtum muslimun.
Hadirin, jama’ah jum’ah yang diberkati Allah
pertama-tama, marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah swt, karena atas rehmat berkah dan hidayahnya, kita semua bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat wal’afiat
Perbuatan yang dilakukan oleh manusia dari ujung kaki sampai ujung kepala itu disebut dengan amal. Lebih spesifiknya, amal merupakan perbuatan yang dipertanggung jawabkan.
selain dipertanggung jawabkan, amal itu dikoreksi, dibimbing, diawasi dan dievaluasi. Amal ini berbentuk terhadap masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Maka ketika bersiap untuk melaksanakan bulan Ramadhan adalah evaluasi dan tergantung kepada niatnya.
Baca Juga: Dapat Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Ini 5 Manfaat Ritel Therapy
niat, itu tak hanya sekedar diucapkan, ustad Adi Hidayat menuturkan niat merupakan motivasi ketika manusia hendak melakukan sesuatu.
“apa yang akan berpengauh kepada motivasi, ketika motivasinya kuat, maka semangatnya akan kuat, kalua orang ada motivasi untuk menghafal al-qur’an, maka akan semangat, dia akan berikan waktu terbaiknya, maka jika motivasinya bagus, amalnya akan kuat,” ujarnya.
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang dicintai Allah
ketika manusia akan melakukan puasa, maka bekal atau persiapan menuju bulan Ramadhan akan dikoreksi kesalahan yang sebelumnya, membimbing diri untuk memotivasi melakukan kebaikan. Tidak hanya mengoreksi dan memimbing, persiapan bulan Ramadhan itu perlu ada evaluasi diri dari bulan-bulan sebelumnya sebagai penentu target yang berbeda.
bekal untuk Ramadhan harus punya planning dan tujuan sampai membentuk mentalitas yang baik. seperti hadis yang termaktub dalam banyak kitab hadis, hadis perihal niat riwayat Bukhari dan Muslim, dijelaskan disana “innamal a’maalu binniyaat” sesungguhnya, amal itu tergantung kepada niatnya.
Dalam isi hadis tersebut dijelaskan apabila hijrah karena wanita atau dunia, maka akan mendapatkan apa yang ditujunya, tetapi ketika kita berhijrah karena Allah dan Rasulnya, maka yang akan dituju akan sampai kepada Allah dan Rasulnya. Dunia akhirat dapat, bukan hanya wanita yang dinikahi, tetapi jika kita niat menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita.
Sama halnya ketika kita mempersiapkan bulan Ramadhan, apa yang kita kejar? Dunia atau akhirat? Maka tadi perbaiki dulu niat, dekati Allah, pahami bulan Ramadhan, pahami keutamaan Ramadhan.
Barakallahu lii walakum Fil Qur’anil Adzim.
Khutbah kedua lanjut dengan do’a dan kesimpulan.
Sumber: https://www.youtube.com/live/_skQtqWWbP8?feature=share