Begini Cara Facebooker Arab Lawan UU Negara Yahudi

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 27 November 2014 | 07:40 WIB
Begini Cara Facebooker Arab Lawan UU Negara Yahudi
Hanin Majadli, pelajar keturunan Arab asal Tel Aviv memasang stempel

Menyusul rencana pemberlakuan undang-undang yang menegaskan status Israel sebagai "negara bagi orang Yahudi", ratusan warga keturunan Arab yang tinggal di Israel mengadakan protes. Bukan dengan aksi turun ke jalan, namun lewat media sosial. Mereka mengganti foto profil Facebook mereka dengan foto dengan stempel bertuliskan "warga kelas dua" di atasnya.

Rancangan undang-undang baru yang tengah digodok itu dikhawatirkan akan menjadikan minoritas Arab di Israel sebagai warga kelas dua. Pasalnya, undang-undang itu nantinya bakal mencabut hak-hak persamaan sosial dan politik yang sebelumnya tercantum dalam Deklarasi Kemerdekaan Israel.

Protes lewat Facebook ini digalang oleh desainer grafis Sana Jamalia. Sana mengedit fotonya sedemikian rupa sehingga terlihat seperti stempel paspor dan menyebarkannya ke rekan-rekannya. Ternyata, foto semacam itu jadi populer.

Sebenarnya, Sana dan warga keturunan Arab lainnya selama ini sudah merasa dinomorduakan. Hanya saja, kali ini, hal itu dinyatakan pemerintah secara terbuka.

"Apa yang baru? Kami tidak pernah menjadi warga kelas satu. Setidaknya sekarang kalian harus mengucapkannya dengan lantang. Lebih baik mereka mengatakan kepada kami secara terang-terangan dan tidak berpura-pura bahwa kita tinggal di negara yang demokratis... (di mana) mereka mengaku adil dan mereka mengatakan ada persamaan hak," ungkap Sana.

Hanin Majadli, seorang pelajar Arab asal Tel-Aviv juga ikut-ikutan mengganti foto profil Facebooknya. Kepada Haaretz, dirinya mengaku tidak terlalu banyak berharap pada kampanye protes media sosial ini. Namun, setidaknya dia gembira protes semacam ini telah dimulai.

"Warga Arab di Israel tidak memiliki teman. Saya rasa sebagian besar dukungan justru datang dari luar negeri. Ada pula dukungan dari kaum sayap kiri Israel, yang notabene minoritas pula, dan merasakan ketakutan yang sama," kata Hanin seperti dikutip Haaretz.

"Saya pikir protes lewat Facebook ini tidak akan membatalkan undang-undang baru ini. Namun kita perlu melakukannya, untuk menggugah kesadaran orang," tutupnya. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI