Tagihan Pajak Warga Mesir Kuno ini Bisa Bikin Anda Minder

Liberty Jemadu

Selasa, 17 Maret 2015 | 06:51 WIB
Tagihan Pajak Warga Mesir Kuno ini Bisa Bikin Anda Minder
Ilustrasi tulisan kuno dalam aksara Yunani (Shutterstock).

Suara.com - Hari-hari di bulan Maret ini diramaikan oleh perbincangan soal pembayaran pajak dan tetek bengek surat pemberitahuan (SPT) yang harus dikembalikan ke kantor pajak.

Tetapi jangan kira hanya Anda saja yang pusing soal pajak. Manusia dari ribuan tahun silam sudah mengenal pungutan wajib dari pemerintah ini. Dan jika melihat tagihan pajak seorang warga Mesir kuno yang baru-baru ini diterjemahkan, Anda mungkin bisa geleng-geleng kepala.

Sebuah potongan tagihan pajak beraksara Yunani dari era Mesir kuno menunujukkan bahwa seseorang (yang tulisan namanya tidak bisa terbaca lagi) telah membayar pajak tanah sebesar "75 talenta" koin dengan tambahan "15 talenta" koin. Pajak itu disetorkan ke sebuah bank di kota Diospolis Magna (yang juga dikenal sebagai Luxor atau Thebes).

Tetapi seberapa besar 90 talenta koin di Mesir kuno?

"Jumlah itu sangat besar. Orang Mesir ini pasti sangat kaya," kata Brice Jones, peneliti dari Universitas Concordia, Montreal, Kanada, yang menerjemahkan tagihan di potongan tembikar itu.

Adapun tagihan itu diperkirakan bertanggal 22 Juli tahun 98 sebelum Masehi. Ketika itu orang belum mengenal uang kertas dan banyak menggunakan koin sebagai alat tukar. Satu talenta koin bernilai sekitar 6000 drachma. Jadi 90 talenta sama dengn 540.000 drachma.

Sebagai perbandingan saja, menurut Catharine Lorber, ilmuwan pakar koin-koin kuno Mesir, seorang pekerja biasa di Mesir pada masa itu bisa menghasilkan 18.000 drachma per tahun.

Sementara pada tahun 98 SM, menurut Lorber, pecahan mata uang paling besar di Mesir adalah 40 drachma. Karenanya akan butuh 150 koin pecahan 40 drachma untuk satu talenta koin dan 13.500 keping koin untuk 90 talenta.

"Satu koin logam bobotnya kira-kira 8 gram, jadi total berat pajak yang harus dibayarkan sekitar 100 kilogram," demikian perkiraan Lorber.

Menurut Lorber dengan tagihan sebanyak itu, para wajib pajak biasanya mengangkut ribuan koin itu menggunakan keledai.

Di sekitar tahun 98 SM, Mesir sendiri sedang dipimpin oleh dinasti Ptolomeus asal Makedonia, penguasa yang mewarisi pemerintahan Mesir dari Alexander Agung.

Ketika pajak ini ditagih, Mesir sedang dipimpin oleh Ptolemeus X, seorang firaun kejam yang berperang melawan saudaranya sendiri demi tahta. Beberapa sejarahwan bahkan menulis bahwa ia membunuh ibunya sendiri pada tahun 101 SM, karena takut disaingi.

Pada tahun 89 SM, Ptolomeus X dikudeta militernya dan sebagai gantinya, saudaranya Ptolomeus IX dilantik sebagai raja Mesir.

Adapun kepingan tagihan pajak kuno itu kini disimpan d Perpustakaan Universitas McGill, Montreal, Kanada. Sementara penelitian Jones tentang tulisan kuno di kepingan itu akan diterbitkan dalam jurnal Bulletin of the American Society of Papyrologists. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bulan Depan, Harga Rokok per Bungkus Akan Semakin Mahal

Bulan Depan, Harga Rokok per Bungkus Akan Semakin Mahal

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2015 | 06:02 WIB

Tanah Kosong di Jakarta Akan Dikenai Pajak Progresif

Tanah Kosong di Jakarta Akan Dikenai Pajak Progresif

News | Jum'at, 13 Maret 2015 | 21:01 WIB

Ini Dia Empat Kebijakan Ekonomi Pemerintah Terbaru

Ini Dia Empat Kebijakan Ekonomi Pemerintah Terbaru

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2015 | 18:08 WIB

Sektor Properti Akan Dikenakan Pajak yang Tinggi

Sektor Properti Akan Dikenakan Pajak yang Tinggi

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 14:52 WIB

YLKI: PPN untuk Jalan Tol Melanggar UU

YLKI: PPN untuk Jalan Tol Melanggar UU

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2015 | 08:42 WIB

Pemerintah Hapus Sanksi Administrasi kepada Penunggak Pajak

Pemerintah Hapus Sanksi Administrasi kepada Penunggak Pajak

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2015 | 17:42 WIB

OJK: Aturan Ditjen Pajak Bisa Akses Deposito Nasabah Ditunda

OJK: Aturan Ditjen Pajak Bisa Akses Deposito Nasabah Ditunda

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2015 | 01:10 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×