Studi: Pengkhianatan Bantu Manusia Duduki Seluruh Daratan di Bumi

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 26 November 2015 | 07:39 WIB
Studi: Pengkhianatan Bantu Manusia Duduki Seluruh Daratan di Bumi
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah riset baru dari seorang arkeolog dari University of York, Inggris mengungkapkan bahwa pengkhianatan atas kepercayaan adalah faktor penting yang selama ini diabaikan untuk memahami cepatnya penyebaran manusia di seluruh daratan di dunia.

Penny Spikins mengatakan bahwa kecepatan dan karakter dari persebaran manusia di dunia berubah signifikan sekitar 100.000 tahun lalu. Sebelum itu, pergerakan manusia sangat pelan dan ditentukan oleh perubahan lingkungan serta pertumbuhan populasi.

Tetapi menurut Spikins, yang menerbitkan temuannya dalam jurnal Open Quarternary, Rabu (25/11/2015), tak ada perubahan lingkungan atau pertambahan penduduk yang bisa menjelaskan secara lengkap pola pergerakan dan perpindahan manusia ke kawasan-kawasan baru di dunia sejak 100.000 tahun silam.

Spesies-spesies awal manusia diketahui hanya tersebar di beberapa kawasan dan biasanya menempati padang rumput dan hutan terbuka. Homo erectus diperkirakan menyebar dari Afrika ke Asia sekitar 1,6 juta tahun lalu untuk mencari pada rumput yang lebih luas. Sebaliknya Neanderthal mendiami area yang lebih dingin dan kering di Eropa.

Semua spesies awal manusia memang beradaptasi lebih pelan terhadap peluang-peluang baru dan sering dihalangi oleh rintangan-rintangan lingkungan serta iklim.

Tetapi sejak 100.000 tahun silam, sebaran manusia di Bumi semakin luas, menempati wilayah-wilayah yang lebih berisiko dan melewati jalur yang bahaya. Manusia bergerak ke Eropa Utara yang sangat dingin, meninggalkan kawasan delta subur seperti Indus dan Gangga di India, dan nekat menyeberang ke Australia serta Kepulauan Pasifik.

Menurut Spikins, pergerakan dan persebaran yang cepat itu adalah akibat pengkhianatan yang muncul dari pertikaian moral dengan bekas sahabat atau sekutu. Manusia berpindah untuk menghindari bentrokan fisik dengan bekas jejaring sosialnya.

"Konflik moral memicu pergerakan substansial. Mantan sekutu, rekan, atau sebuah kelompok secara keseluruhan yang marah, bersenjatakan tombak, dan ingin membalas dendam adalah sebuah dorongan yang cukup kuat untuk memaksa kelompok lain untuk pergi, menempuh segala risikonya," terang Spikins.

"Meski kita melihat penyebaran spesies kita di seluruh dunia sebagai simbol keberhasilan, sebagian motivasi dari seluruh pergerakan itu merefleksikan sisi gelap manusia," imbuh dia.

Ia mengemukakan bahwa ketika komitmen antara satu sama lain menjadi semakin penting bagi manusia untuk bertahan hidup dan kelompok-kelompok manusia kian termotivasi untuk menemukan dan menghukum mereka yang curang, sisi gelap manusia juga mulai muncul.

Menurut dia, pertikaian moral yang dimotivasi oleh retaknya kepercayaan dan kecenderungan untuk berkhianat semakin sering muncul. Inilah yang mendorong manusia untuk pecah dan saling bersaing.

Ikatan emosional yang sebelumnya menjadi perekat ketika menghadapi krisis, justru punya sisi gelap yakni kecenderungan untuk berkhianat, perilaku yang masih ditemukan pada masyarakat modern saat ini. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peneliti Jepang Pertegas Status Manusia Hobit Flores

Peneliti Jepang Pertegas Status Manusia Hobit Flores

Tekno | Jum'at, 20 November 2015 | 10:04 WIB

Mengenal Manusia Purba Penghuni Kawasan Karst Citatah

Mengenal Manusia Purba Penghuni Kawasan Karst Citatah

Lifestyle | Minggu, 08 November 2015 | 00:51 WIB

Ilmuwan Temukan Homo Naledi, Spesies Manusia Baru di Afsel

Ilmuwan Temukan Homo Naledi, Spesies Manusia Baru di Afsel

Tekno | Kamis, 10 September 2015 | 18:20 WIB

Studi: Nenek Moyang Eropa Datang dari Timur Tengah

Studi: Nenek Moyang Eropa Datang dari Timur Tengah

Tekno | Kamis, 04 Juni 2015 | 07:27 WIB

Studi Terbaru: Hobit Flores Bukan Spesies Baru Manusia

Studi Terbaru: Hobit Flores Bukan Spesies Baru Manusia

Tekno | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 11:38 WIB

Terkini

4 HP Motorola Terbaru di Indonesia: Chipset Kencang, Kamera Bagus Ungguli iPhone

4 HP Motorola Terbaru di Indonesia: Chipset Kencang, Kamera Bagus Ungguli iPhone

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 21:03 WIB

71 Kode Redeem FF Max Terbaru 22 April 2026: Sikat Animasi Belah Laut dan Skin AC80

71 Kode Redeem FF Max Terbaru 22 April 2026: Sikat Animasi Belah Laut dan Skin AC80

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 19:36 WIB

33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 April 2026, Klaim Hadiah Pengejar Mimpi UEFA sebelum Hangus

33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 April 2026, Klaim Hadiah Pengejar Mimpi UEFA sebelum Hangus

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 19:17 WIB

Andalkan Chipset Kencang Dimensity 9500, Segini Skor AnTuTu Redmi K90 Max

Andalkan Chipset Kencang Dimensity 9500, Segini Skor AnTuTu Redmi K90 Max

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 19:03 WIB

TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital

TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 18:26 WIB

Kenapa Sungai Jakarta Tercemar Logam Berat? Bikin Ikan Sapu-Sapu Tidak Bisa Dijadikan Pakan Ternak

Kenapa Sungai Jakarta Tercemar Logam Berat? Bikin Ikan Sapu-Sapu Tidak Bisa Dijadikan Pakan Ternak

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 18:12 WIB

Rilis Bulan Depan, Forza Horizon 6 Ditemani Kontroler dan Headset Edisi Khusus

Rilis Bulan Depan, Forza Horizon 6 Ditemani Kontroler dan Headset Edisi Khusus

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 17:54 WIB

Tri Ibadah Hadir untuk Haji 2026, Paket Internet Tri ke Arab Saudi Mulai Rp650 Ribu

Tri Ibadah Hadir untuk Haji 2026, Paket Internet Tri ke Arab Saudi Mulai Rp650 Ribu

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 17:34 WIB

Link Live Streaming Hujan Meteor Lyrid April 2026: Tonton Meteor Tanpa Teleskop

Link Live Streaming Hujan Meteor Lyrid April 2026: Tonton Meteor Tanpa Teleskop

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 17:24 WIB

6 Pilihan HP Infinix Terbaru 2026, dari Paling Murah hingga Flagship Performa Tinggi

6 Pilihan HP Infinix Terbaru 2026, dari Paling Murah hingga Flagship Performa Tinggi

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 17:22 WIB