Array

Kemenkominfo dan BMKG Resmi Merilis SMS Peringatan Bencana

Senin, 21 Desember 2015 | 18:06 WIB
Kemenkominfo dan BMKG Resmi Merilis SMS Peringatan Bencana
Ilustrasi pengguna ponsel. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), meluncurkan program pesan singkat (SMS) peringatan bencana. Peluncuran program tersebut dilakukan di Jakarta, Senin (21/12/2015), yang dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara dan Kepala BMKG Andi Eka Sakya.

Disebutkan, program SMS peringatan bencana tersebut bekerja sama dengan empat operator yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Menteri Rudiantara dalam kesempatan tersebut mengatakan pelaksanaan program SMS kebencanaan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara pihaknya dan BMKG beberapa bulan sebelumnya.

Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam surat bernomor 826/Kominfo/DJPPI/HK.03.02/05/2015 dan KS.301/011/SU/V/2015 tentang Pemanfaatan Sistem Telekomunikasi Khusus dalam Rangka Penyebaran Informasi Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Tsunami dan Informasi Gempa Bumi.

Kepala BMKG Andi Sakya mengharapkan pelaksanaan program tersebut dapat mengurangi korban jiwa maupun kerugian materiil akibat bencana alam. Hal ini mengingat, Indonesia berada di "cincin api" dan berpotensi bencana yang tinggi.

"Sekitar 57 persen daerah di Indonesia berada di daerah rawan bencana," katanya.

Sementara itu, dalam program tersebut, BMKG nantinya akan menjadi sumber informasi tentang kebencanaan, seperti peringatan dini bencana baik gempa bumi maupun tsunami dan cuaca ekstrem.

Informasi BMKG tersebut nantinya akan disalurkan ke Kementerian Kominfo, untuk kemudian dilanjutkan kepada para operator. Para operator akan mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk pesan singkat (SMS) kepada para pelanggannya di daerah (kabupaten dan kota) terdampak bencana.

Misal bencana tejadi di Kabupaten Garut maka warga Kabupaten Garut akan mendapatkan SMS informasi tersebut. Hal ini guna mengurangi kepanikan masyarakat di luar daerah terdampak akibat informasi bencana itu.

Andi menambahkan, jarak waktu antara informasi yang diberikan BMKG ke Kominfo hingga SMS yang tersebar ke masyarakat tidak lebih dari limat menit.

"Waktu penyampaian ini semakin cepat semakin baik. Kita ingin seperti Jepang yang tidak lebih dari dua menit, sehingga ada 'golden time' (waktu emas) bagi masyarakat untuk bersiap menghadapi bencana," katanya.

Sementara itu, dalam uji coba yang dilaksanakan pada kesempatan tersebut, tercatat waktu tak lebih dari dua menit info bencana dapat tersampaikan via SMS.

"Namun kita perlu ingat ini hanya uji coba, bukan dalam kondisi bencana sesungguhnya. dan kita perlu terus-menerus untuk menguji coba sistem ini," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia Muhammad Buldansyah mengatakan program ini sebagai wujud peranan sosial operator untuk masyarakat.

"SMS ini gratis," tandasnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI