Negara Kecil Ini "Ngebet" Keruk Logam Berharga dari Asteroid

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 04 Februari 2016 | 12:10 WIB
Negara Kecil Ini "Ngebet" Keruk Logam Berharga dari Asteroid
Ilustrasi astronot di asteroid. (Shutterstock)

Suara.com - Industri pertambangan di masa depan tidak hanya akan dilakukan di Bumi saja, namun merambah hingga ke luar angkasa. Salah satu negara yang berniat melakukan penambangan mineral di luar angkasa adalah Luxemburg.

Luxemburg baru-baru ini menyatakan niatnya untuk serius menambang mineral dari asteroid, batuan raksasa yang melayang di ruang angkasa. Saat ini, pemerintahan di negara kecil tersebut tengah menyiapkan sebuah kerangka hukum untuk memberikan jaminan bagi aktivitas penambangan mineral di asteroid.

Dalam kesepakatan yang dikeluarkan Offive for Outer Space Affairs (UNOOSA), organisasi PBB yang mengurusi masalah aktivitas di ruang angkasa, pada tahun 1967, ruang angkasa adalah properti publik. Artinya, tidak seorangpun bisa mengklaim kedaulatan atas asteroid-asteroid.

Namun, belakangan, kesepakatan tersebut ditentang oleh sejumlah perusahaan eksplorasi ruang angkasa. Pada bulan November 2015 lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahkan mengesahkan undang-undang yang isinya memperbolehkan warga negara Amerika Serikat untuk memiliki asteroidnya masing-masing, menambangnya, dan memiliki apa yang mereka ambil dari asteroid tersebut.

Luxemburg pun memandang peluang tersebut dan mengambil langkah maju. Negara yang hanya berpenduduk 540 ribu jiwa itu bahkan berharap bisa menjadi pusat aktivitas pengembangan teknologi masa depan di Eropa.

"Tujuan kami adalah untuk membuka jalan menuju sumber daya alam mineral yang belum tereksplorasi di bebatuan yang melayang di angkasa, tanpa merusak habitat alami," kata Wakil Perdana Menteri Luxemburg Etienne Schneider.

"Awalnya, kami akan melakukan riset di bidang ini, yang kemudian di tahap selanjutnya menuju pada aktivitas yang lebih konkret di luar angkasa," sambung Schneider.

Tiap asteroid memiliki komposisi yang berbeda. Namun, beberapa diantaranya diketahui memiliki kandungan platina dan logam bernilai tinggi lainnya.

Dua perusahaan AS, Deep Space Industries dan Planetary Resources sudah lebih dahulu menyatakan niatnya untuk menambang mineral di asteroid. Keduanya berlomba-lomba untuk jadi perusahaan pertama yang menambang di asteorid untuk kepentingan komersial. Keduanya pula menyambut baik niat dari Luxemburg. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI