LAPAN Tangkap Lima Kali Pencahayaan Menuju Puncak GMT

Adhitya Himawan

Rabu, 09 Maret 2016 | 13:31 WIB
LAPAN Tangkap Lima Kali Pencahayaan Menuju Puncak GMT
Warga di Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sumatera Selatan menyaksikan gerhana matahari, Rabu (9/3/2016). [Suara.com/Luvi Palembang]
Tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang melakukan pengamatan di area Jembatan Ampera mengaku hanya lima kali menangkap pencahayaan menuju puncak Gerhana Matahari Total (GMT), hari ini, Rabu (9/3/2016), di Palembang, Sumatera Selatan.
 
Kepala Bagian (Kabag) Humas LAPAN Jasyanto mengatakan, saat pengamatan berlangsung hanya dapat menikmati lima kali pencahayaan sebelum puncak GMT yang diliputi awan.
 
"Saya hanya lima kali melihat cahayanya, melalui kaca mata gerhana. Saat puncak GMT sama sekali tidak bisa dilihat,"ujar Jasyanto di area Jembatan Ampera kemarin pagi.
 
Dia menambahkan, awalnya memprediksi puncak GMT yang seharusnya terjadi dengan penampakan keindahan korona matahari terjadi selama 1 menit 52 detik. Namun karena kondisi awan, penampakan korona matahari dan efeknya tidak bisa dideskripsikan langsung kepada masyarakat.
 
"Namun keliru jika kita menyebut ini gagal, karena semua ini takdir ada situasi yang mempengaruhi kita tidak bisa melihat puncak GMT dari Ampera. Namun, ini sudah bagus, kita diberikan kesempatan melihat fenomenanya tadi. Seperti melihat proses matahari mulai tertutup, kondisi gelap, hingga matahari muncul lagi. Skala tutupan dengan pancaran cahaya yang sempat terlihat yakni pada peresen ke 30, 40 50, 80, dan 90,"jelas dia.
 
Dia mengatakan, pihaknya sudah memperkirakan kondisi akan berawan. Diakuinya, sejak pagi awan cukup tebal menutupi matahari. Kemudian, proses terjadinya Gerhana dimulai sejak sekitar pukul 06.35 WIB dan puncak GMT sekitar 07.20 WIB.
 
"Info BMKG, pengaruh asap sebenarnya cukup kecil namun yang berpengaruh karena faktor dominan  awan mengandung air yang terpantau dari Satelit cuaca LAPAN yang ada di Bandung,"tandasnya.
 
Jasyanto mengaku, berdasarkan pemantauan LAPAN selam dua pekan terakhir kondisi langit tertutup awan dengan kandungan air namun sempat berangsur cerah beberapa hari terakhir.
 
" Nah, saat hari H adanya GMT kondisi kota Palembang berawan. Kondisi awan sempat dipengaruhi angin hingga terjadi penggumpalan dan penebalan. Faktor asap pabrik rasanya kecil. Karena melihat proses dalam dunia antariksa terlalu luas,"tuturnya.
 
Dia menjelaskan, LAPAN melakukan ekspedisi dan pengamatan di berbagai daerah bahkan penelitian ke pelosok negeri. Untuk Palembang, peneliti atmosfer mengamati respon atmosfer bumi saat gerhana. Pihaknya juga meneliti dampak GMT terhadap perubahan intensitas radiasi matahari dan parameter fisik seperti temperatur. Termasuk penelitian dampak GMT terhadap laju fotosintesis yang diamati dengan perubahan pola-pola diurnal karbon dioksida. GMT terjadi ketika piringan matahari tertutup selu oleh piringan Bulan yang mel diantara matahari dan bumi.
 
"Kami bersama Disdik Sumsel, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta Komunitas Lubang Jarum Indonesia melaksanakan edukasi keantariksaan 8-9 Maret ini. Kami juga beri kesempatan masyarakat lihat GMT melalui teleskop," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Sungai Musi Surut! Tinggi Muka Air Kini Cuma 0,88 Meter

Sungai Musi Surut! Tinggi Muka Air Kini Cuma 0,88 Meter

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron

Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir

Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir

Foto | Senin, 27 Juli 2026 | 06:00 WIB

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Fenomena Pempek Tumpah di Bawah Jembatan Ampera: Sarapan Mewah Cuma Rp1.000!

Fenomena Pempek Tumpah di Bawah Jembatan Ampera: Sarapan Mewah Cuma Rp1.000!

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:29 WIB

Terkini

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

Sumsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:30 WIB

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:16 WIB

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!

Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu

Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap

Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Administrasi Penyidikan Jadi Masalah, Pengacara Febrie Adriansyah: Menyangkut Nasib Orang

Administrasi Penyidikan Jadi Masalah, Pengacara Febrie Adriansyah: Menyangkut Nasib Orang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing

Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Menteri Kabinet Bayangan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian Melawan Kekuasaan

Menteri Kabinet Bayangan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian Melawan Kekuasaan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:41 WIB

×