Menteri Kabinet Bayangan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian Melawan Kekuasaan

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:41 WIB
Menteri Kabinet Bayangan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian Melawan Kekuasaan
Ilustrasi - Mahasiswa Mundur Tertib Pukul 18.00 WIB, Massa Lain Masih Bertahan di DPR. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Media Wahyudi Askar menyatakan bahwa demonstrasi mengoreksi pemerintah sebaiknya tidak hanya dibebankan kepada mahasiswa.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan kajian di Masjid Kampus UGM pada hari Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Ia mendorong keterlibatan dosen, profesor, ulama, dan tokoh publik untuk memperkuat pesan gerakan sosial tersebut.

Suara.com - Menteri Perekonomian dalam Kabinet Bayangan, Media Wahyudi Askar, menilai gerakan demonstrasi di Indonesia tidak semestinya terus dibebankan kepada mahasiswa. Ia mendorong keterlibatan kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk dosen, profesor, ulama, dan tokoh publik untuk mengawal kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan aksi massa yang berdampak besar dalam mengoreksi kesewenang-wenangan pemerintah sejatinya membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh simpul intelektual, bukan semata-mata membebankan pundak perjuangan kepada barisan mahasiswa.

"Maka sangat berbeda kalau pesan itu disampaikan oleh mahasiswa dibandingkan pesannya juga disampaikan tidak hanya mahasiswa, tapi juga disampaikan oleh profesor-profesor, disampaikan oleh ulama, disampaikan oleh tokoh-tokoh negeri ini. Pesannya kuat," kata Media saat kajian di Masjid Kampus UGM, Kamis (27/8/2026) sore.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) itu menilai selama ini terdapat persoalan berupa ketimpangan beban dalam gerakan sosial.

Ia menyoroti fenomena apatisme akut yang melanda sebagian masyarakat luas saat ini. Menurut pandangannya, publik cenderung bertindak oportunis dengan hanya memanfaatkan hasil perjuangan mahasiswa tanpa mau mengambil risiko langsung dalam menyuarakan kritik terhadap penguasa yang dinilai kian melenceng.

"Orang-orang ini dapat manfaat sebetulnya dari perjuangan mahasiswa. Kita tahu kok ekonomi kita sedang berantakan, politik kita makin buruk, dan lain-lain. Sebetulnya orang itu berharap, kelas menengah itu berharap pada mahasiswa, tapi dia sendiri, mereka sendiri tidak mau melakukan karena ada disinsentif untuk melakukan," ujarnya.

Kondisi ketakutan dan disinsentif sosial tersebut, kata Media, telah memicu lahirnya mentalitas pragmatis di tengah masyarakat. Hal ini membuat dorongan perubahan di ruang publik menjadi lambat dan mudah diredam oleh elite kekuasaan yang diuntungkan oleh diamnya kaum terdidik.

"Maka kita sebutlah orang-orang ini kalau dalam ekonomi itu namanya free rider," imbuhnya.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar di Masjid Kampus UGM, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar di Masjid Kampus UGM, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Hiskia]

Lebih lanjut, Media mendorong agar tradisi konsolidasi kritis tidak berhenti di ruang kuliah semata.

baca juga

Kaum terdidik, termasuk dosen dan pengajar, diminta untuk melepas sekat akademis dan berani mentransfer taktik gerakan sipil agar penyampaian aspirasi politik mampu menggentarkan kebijakan elite secara efektif dan konstitusional.

Di sisi lain, membangun simpul-simpul gerakan di tengah masyarakat tak kalah penting dilakukan. Media kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah pergerakan Indonesia sebelum kemerdekaan.

Ia menilai perubahan besar tidak selalu diawali oleh massa dalam jumlah besar, melainkan dapat dimulai dari kelompok kecil yang memiliki gagasan dan keberanian untuk bergerak.

"Kita mungkin pada akhirnya tidak akan memaksa semua orang untuk bergerak. Tapi kita hanya menginginkan orang-orang cerdas di negeri ini kemudian bisa bergerak, membangun harapan, dan saya yakin ketika orang-orang itu bergerak.. maka masyarakat akan mengikuti dan ada di belakang kita," ujarnya.

"Mungkin itu akan terjadi, mungkin juga tidak terjadi. Selama itu masih berada dalam jalur konstitusi, ini adalah hal yang bisa kita lakukan," imbuhnya.

Ditambahkan Media, keterlibatan politik semestinya diarahkan untuk memperkuat kelompok yang lemah dan mendorong perbaikan negara. Perubahan dapat diawali dari pengorganisasian masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Selama simpul-simpul ini punya objektif yang sama, perubahan yang konstitusional yang dimungkinkan secara demokrasi, ini bisa kita perjuangkan bersama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata

Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Demo DPR Memanas, Simak Penyesuaian 21 Rute Transjakarta Malam Ini

Demo DPR Memanas, Simak Penyesuaian 21 Rute Transjakarta Malam Ini

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Update KRL Malam Ini: Rute Rangkasbitung Direkayasa Akibat Massa Aksi DPR di Jalur Rel

Update KRL Malam Ini: Rute Rangkasbitung Direkayasa Akibat Massa Aksi DPR di Jalur Rel

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel

Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Demo 27 Agustus di DPR, Massa Desak RUU Perampasan Aset Segera Diketok

Demo 27 Agustus di DPR, Massa Desak RUU Perampasan Aset Segera Diketok

Foto | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah

Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:53 WIB

DPR Tak Perlu Tunggu Desember untuk Sahkan RUU Perampasan Aset

DPR Tak Perlu Tunggu Desember untuk Sahkan RUU Perampasan Aset

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Massa Demo di Senayan Makin Ramai, Raker DPR Bersama Menkes Diakhiri Lebih Awal

Massa Demo di Senayan Makin Ramai, Raker DPR Bersama Menkes Diakhiri Lebih Awal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Sudah Bukan Waktunya Berharap ke DPR! Parlemen Kini Hanya Tameng Prabowo

Sudah Bukan Waktunya Berharap ke DPR! Parlemen Kini Hanya Tameng Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×