Array

Ini Ancaman Kejahatan Dunia Maya di Indonesia

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 10 Mei 2016 | 15:50 WIB
Ini Ancaman Kejahatan Dunia Maya di Indonesia
Ilustrasi cyber crime. (Shutterstock)

Suara.com - Kejahatan dunia maya (cyber crime) di Indonesia kini semakin marak, seiring dengan kecanggihan teknologi. Countru Manager F5, Fetra Syahbana menilai, semakin canggih teknologi maka itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembajak (hacker) untuk dapat membobolnya.

"Buat hacker, sistem keamanan terbaru menjadi tantangan lain buat mereka untuk membobolnya. Malware selalu berevolusi dan memerangi cyber crime seperti tidak pernah berhenti," ucapnya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/5/3026).

Dari sekian banyak ancaman kejahatan maya, ada beberapa yang merupakan paling umum terjadi di Indonesia.

Malware, termasuk phishing yang kerap digunakan oleh para kriminal di seluruh dunia untuk masuk ke sistem dan data-data rahasia. Di tahun 2014, sebanyak 27 pengguna menjadi target dari 22,9 juta serangan yang memanfaatkan malware finansial.

"Bikin malware itu tidak sulit sehingga lahirnya hacker gampang. Bahkan, ada yang cukup membayar 2,5 dolar AS untuk membuat malware dan menyerang suatu organisasi," kata Fetra.

Sementara itu, untuk jenis malware yang marak menyerang teknologi di Indonesia, Manager, System Engineering F5, Andre Iswanto menjelaskan ada dua jenis malware yang kerap menyerang sistem keamanan IT di Indonesia, yakni dyre dan timba.

Ancaman berikutnya adalah Denial of Service (DDoS) Attacks. Semakin banyak pelaku kriminal yang menyukai teknik yang memanfaatka arus trafik dalam jumlah besar, sehingga membuat sistem jaringan kewalahan. Jenis ini mengalami peningkatan pada kuartal empat tahun 2015, meningkat hingga 149%.

Web Application Attacks juga menjadi salah satu ancaman yang paling umum terjadi di Indonesia. Serangan ini mampu menargetkan celah-celah keamanan di dalam aplikasi web, terutama dalam situs e-commerce dan perbankan. Sejumlah ahli menemukan terdapat 360 juta kredensial urian yang dijual secara online.

Selain itu, semua pihak juga harus mewaspadai Point of Sale (POS) Attacks. Para hacker kerap memanfaatkan serangan bruteforce serta algoritma dan botnet yang canggih. Para penjahat ini berusaha mencuri erbagai data transaksi pembayaran milik korban dan menjualnya secara online.

Tidak ketinggalan ancaman Insider Compromise dimana para kriminal menargetkan karyawan dan mitra-mitra yang memiliki akses ke dalam suatau organisasi dan buruknya lagi, beberapa kasus pun melibatkan orang dalam.

"Masyarakat dan organisasi kini harus memiliki awareness lebih agar apa yanng dicanangkan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia berpotensi untuk perkembangan economy digital bisa tidak tercapai," pungkas Andre.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI