Salomon Kehilangan Lima Pulau Akibat Kenaikan Permukaan Laut

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 11 Mei 2016 | 06:06 WIB
Salomon Kehilangan Lima Pulau Akibat Kenaikan Permukaan Laut
Ilustrasi naiknya permukaan air laut (Shutterstock).

Suara.com - Kisah tentang kenaikan permukaan air laut dan tenggelamnya daratan di Bumi sering kali merupakan cerita yang menarik untuk film fiksi ilmiah seperti "2012" atau "Waterworld". Tetapi di Pasifik, hilangnya daratan karena ditelan air laut adalah kisah nyata yang sedang berlangsung.

Lima pulau di Kepulauan Salomon telah benar-benar tenggelam dan berada di bawah permukaan air laut. Selama tujuh dekade terakhir air laut perlahan-lahan menelan pulau-pulau itu dan rekaman terakhir tentang kondisi pulau-pulau itu berasal dari 2011, demikian diulas sebuah studi yang terbit dalam jurnal Environmental Research Letters.

Selain itu, ada enam pulau di negeri itu yang telah telah kehilangan lebih dari 20 persen daratannya. Fenomena itu memaksa warga lokal untuk memindahkan rumah-rumah mereka ke tempat yang lebih tinggi.

"Elemen kemanusiaan dari fenomena ini sudah mengkhawatirkan. Berbicara dengan orang-orang di garis depan, yang kehilangan rumah yang sudah dimiliki selama empat hingga lima generasi, sungguh mengkhawatirkan," kata Simon Albert, pemimpin studi yang berasal dari Universitas Queensland, Australia.

 Studi Albert itu adalah konfirmasi ilmiah pertama tentang apa yang telah diceritakan oleh komunitas-komunitas di Pasifik selama beberapa tahun terakhir, bahwa pulau-pulau mereka mulai hilang ditelan air laut.

Kepulauan Salomon, sesuai namanya, adalah negara di Pasifik yang terdiri dari sekitar 900 pulau. Beberapa pulau mereka berada cukup rendah dibandingkan dengan permukaan air laut, sehingga sangat rentan menghadapi fenomena kenaikan permukaan air laut.

Dalam studi itu Albert dan timnya memanfaatkan data rekaman udara dan satelit atas 33 pulau selama 1947 dan 2014. Para ilmuwan mengatakan kenaikan air laut di Pasifik disebabkan oleh perubaha iklim, pemanasan global, dan siklus alam.

 Dalam 20 tahun terakhir permukaan air laut di kepulauan itu sudah naik 7 sampai 10 milimeter per tahun, tiga tahun lebih cepat dari rata-rata kenaikan permukaan air laut global.

"Jadi Kepulauan Salomon seperti laboratorium yang memberikan indikasi tentang apa yang akan terjadi di dunia. Yang kami lihat di sana, akan diterima oleh dunia," jelas Albert.

Kelima pulau yang sudah tenggelam memang tak didiami manusia, tetapi ukurannya cukup besar dan biasa dimanfaatkan oleh warga setempat untuk mencari ikan.

Tetapi di Pulau Nuatambu, sekitar 50 persen daratan sudah hilang akibat naiknya air laut. Ini memaksa sejumlah keluarga untuk pindah ke pulau lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI